www.domainesia.com
News

Calon Atlet Tenis Padang Terancam Gagal Berlatih, Sewa Lapangan Melonjak Tinggi

79
×

Calon Atlet Tenis Padang Terancam Gagal Berlatih, Sewa Lapangan Melonjak Tinggi

Sebarkan artikel ini
puluhan-calon-atlet-tenis-resah,-sewa-lapangan-disperindag-sumbar-naik-4-kalilipat
Puluhan Calon Atlet Tenis Resah, Sewa Lapangan Disperindag Sumbar Naik 4 Kalilipat

Padang – Polemik biaya sewa Lapangan Tenis Disperindag Sumatera Barat menjadi sorotan utama bagi keberlangsungan pembinaan atlet tenis usia dini di Kota Padang. Iwan Tenis School (ITS), yang selama ini aktif memanfaatkan lapangan tersebut sebagai pusat pelatihan, kini menghadapi ketidakpastian akibat perubahan signifikan dalam penetapan tarif sewa.

ITS, selain berperan sebagai penyewa, juga memiliki kontribusi dalam menjaga dan merawat fasilitas Lapangan Tenis Disperindag yang berlokasi di Jln. Setia Budi No 15, Kota Padang. Namun, perubahan kebijakan terkait biaya sewa mengancam keberlanjutan program pembinaan yang telah berjalan.

Salah seorang siswa ITS mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak dari ketidakpastian ini terhadap motivasi berlatih. “Kalau kami lihat Om Iwan (pelatih tenis ITS) kurang semangat akhir-akhir ini. Ternyata Om Iwan memikirkan sewa lapangan yang belum ada kepastiannya, sehingga kami galau juga berlatih akhir-akhir ini,” ujarnya, menggambarkan betapa isu ini mempengaruhi semangat para siswa.

Sebelumnya, ITS menyewa Lapangan Tenis Disperindag dengan biaya Rp25 juta per tahun. Akan tetapi, pada tahun 2025, Disperindag mengajukan penilaian aset kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang kemudian menetapkan nilai sewa baru sebesar Rp115 juta per tahun. Kenaikan yang cukup signifikan ini memaksa ITS untuk mempertimbangkan kembali kelanjutan penyewaan lapangan.

Pemerhati tenis, Syahrial Syarif, menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi yang dihadapi ITS. Menurutnya, penetapan sewa yang tidak menguntungkan dapat berdampak negatif pada pembinaan tenis di daerah. “Kami selaku pemerhati tenis prihatin kondisi ITS saat ini, karena bagaimana pun ITS salah satu sekolah tenis yang eksis melakukan pembinaan. Jika nilai sewa itu tak wajar, tentu aktivitas latihan tenis bagi anak-anak usia dini dan pra remaja tidak semarak lagi,” jelasnya, menekankan peran penting ITS dalam pengembangan tenis lokal.

Syahrial Syarif, yang juga menjabat sebagai Ketua Tuah Sakato Tenis Club, mengusulkan pemanfaatan optimal Lapangan Tenis Disperindag untuk kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif dan pensiunan. Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan dukungan dalam penyelenggaraan kompetisi tenis di daerah.

Lebih lanjut, Syahrial Syarif menyoroti kontradiksi antara upaya pembinaan tenis junior yang telah berjalan dengan potensi hambatan akibat kenaikan biaya sewa. “Nah Kalau ada jadual yang luang dapat disewakan kepada peminat olah raga tenis terutama pendidikan petenis junior. Sekarang sudah betul, ada ITS yang melakukan pembinaan tenis prajunior dan junior dilapangan tersebut, namun sayang penilaian sewa yang diusulkan BPKAD tidak wajar dan pantas,” ungkapnya.

Kenaikan tarif sewa Lapangan Tenis Disperindag menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap keberlangsungan pembinaan tenis usia dini yang selama ini diinisiasi oleh ITS. Diharapkan, solusi yang adil dan berkelanjutan dapat ditemukan untuk memastikan kelangsungan pembinaan atlet tenis muda di Kota Padang.