Padang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Padang dengan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Langkah ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak di kota tersebut.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH/BPLH, Tulus Laksono, menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap pendanaan proyek ini, sementara Pemerintah Kota Padang bertanggung jawab dalam menyiapkan lahan yang dibutuhkan.
Teknologi PSEL akan mengubah sampah menjadi energi listrik, sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan untuk diimplementasikan di sekitar 33 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tulus Laksono menambahkan, “Secara nasional, program pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan mencakup sekitar 33 kabupaten/kota di Indonesia. Kunjungan yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya percepatan agar pembangunan PSEL di Kota Padang dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik dukungan pemerintah pusat dan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proyek PSEL ini. Menurutnya, PSEL menjadi prioritas utama setelah rencana pengelolaan sampah melalui skema Refuse Derived Fuel (RDF) belum berhasil direalisasikan. Dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 200 ton per hari, PSEL diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin secara signifikan, yang saat ini menampung sekitar 700 ton sampah setiap harinya.
Fadly Amran menjelaskan, bahwa sebelumnya Kota Padang telah mendapatkan tawaran pengelolaan sampah melalui skema RDF, namun hingga saat ini belum terealisasi. “Awalnya kita mendapatkan tawaran pengelolaan sampah melalui skema RDF, namun hingga kini belum terealisasi. Dengan hadirnya PSEL yang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 200 ton per hari, tentu akan sangat membantu,” ujarnya.
Pembangunan PSEL ini diharapkan dapat meningkatkan citra Kota Padang sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia, dengan target meraih penghargaan Piala Adipura. Pemerintah Kota Padang juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mewujudkan komitmen bersama untuk menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi bagi seluruh kabupaten/kota di wilayah tersebut.







