www.domainesia.com
News

Pemko Padang Percepat Pembangunan PSEL Atasi 700 Ton Sampah Harian

12
×

Pemko Padang Percepat Pembangunan PSEL Atasi 700 Ton Sampah Harian

Sebarkan artikel ini
atasi-700-ton-sampah-harian,-pemko-padang-percepat-pembangunan-psel-di-tpa-air-dingin
Atasi 700 Ton Sampah Harian, Pemko Padang Percepat Pembangunan PSEL di TPA Air Dingin

Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya mencari solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin mendesak. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah kota yang terus meningkat, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan energi.

Komitmen terhadap percepatan pembangunan PSEL ini ditegaskan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pertemuan dengan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Tulus Laksono. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumatera Barat pada Jumat (27/3/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam membahas strategi implementasi PSEL sebagai bagian dari upaya nasional dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana PSEL dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan Kota Padang. Fadly Amran menjelaskan bahwa volume sampah di Kota Padang saat ini mencapai sekitar 700 ton per hari. Pemerintah kota sebelumnya telah menjajaki pengelolaan sampah melalui skema RDF (Refuse Derived Fuel), namun belum berhasil direalisasikan. Dengan adanya PSEL yang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 200 ton sampah per hari, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi beban TPA. “Awalnya kita mendapatkan tawaran pengelolaan sampah melalui skema RDF, namun hingga kini belum terealisasi. Dengan hadirnya PSEL yang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 200 ton per hari, tentu akan sangat membantu,” ujar Fadly Amran.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Fadly Amran juga menyoroti dampak positif yang diharapkan dari PSEL terhadap citra Kota Padang sebagai kota yang bersih dan berkelanjutan. Ia menyinggung keberhasilan Pemerintah Kota Padang dalam meraih Sertifikat Adipura dan masuk dalam delapan besar kota terbersih di Indonesia. Kehadiran PSEL diharapkan dapat semakin meningkatkan capaian tersebut, dengan target berikutnya adalah meraih Piala Adipura. Untuk mewujudkan hal ini, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat diharapkan agar terjalin komitmen bersama antara seluruh kabupaten/kota dalam menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. “Kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar terbangun komitmen bersama seluruh kabupaten/kota dalam menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah sebagai solusi jangka panjang,” ujarnya.

Tulus Laksono, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Kota Padang dalam mengembangkan PSEL. Ia menjelaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis sanitary landfill modern dan berkelanjutan. Pemerintah pusat akan mendukung pendanaan pembangunan PSEL, sementara Pemerintah Kota Padang bertanggung jawab dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut. “Secara nasional, program pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan mencakup sekitar 33 kabupaten/kota di Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian percepatan agar pembangunan PSEL di Kota Padang segera direalisasikan,” ujarnya.