Payakumbuh – Kursus kepelatihan Lisensi C yang digelar oleh Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Payakumbuh resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, di Aula Balai Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa siang (04/11/2025).
Kegiatan ini diikuti 23 peserta, yang para peserta berasal dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, serta berbagai daerah lainnya di Sumbar. Kursus ini juga menjadi salah satu program penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dunia kepelatihan sepak bola di Kota Payakumbuh, khususnya di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Yunida Fatwa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kursus lisensi C ini merupakan langkah awal yang sangat penting bagi para calon pelatih. Dengan pelatihan yang terstruktur dan sesuai standar PSSI, kita berharap lahir pelatih-pelatih muda berkualitas yang mampu membina pemain usia dini secara profesional,” ujarnya.
Selama kursus berlangsung, para peserta akan mendapatkan materi teori dan praktik yang disampaikan oleh Coach Edukator dan Asisten Coach Edukator yang berasal dari kota Padang.
Mereka akan belajar mengenai filosofi sepak bola, teknik dasar melatih, analisis pertandingan, serta pendekatan psikologis terhadap pemain muda.
Ketua Askot PSSI Kota Payakumbuh, Diki Engla menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan sertifikasi, tetapi juga membentuk karakter pelatih yang beretika dan berkomitmen terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya di Kota Payakumbuh.
“Kami berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang didapat di akademi maupun klub masing-masing. Sepak bola Indonesia, khususnya di Kota Payakumbuh akan maju jika pembinaannya dimulai dari pelatih yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya saat didampingi oleh Ketua Panitia Zulkahendra.
Kursus Lisensi C PSSI di Kota Payakumbuh ini akan berlangsung selama beberapa hari dan rencana diakhiri dengan ujian praktik lapangan serta evaluasi akhir. Diharapkan, seluruh peserta dapat menyelesaikan program ini dengan baik dan menjadi bagian dari regenerasi pelatih profesional. (Ikhlasul Ihsan)







