www.domainesia.com
News

BMKG: Siklon Jenna Menguat! Indonesia Siaga Hujan Lebat, Angin Kencang!

91
×

BMKG: Siklon Jenna Menguat! Indonesia Siaga Hujan Lebat, Angin Kencang!

Sebarkan artikel ini
imbau-warga-tetap-waspada,-bmkg-peringatkan-hujan-lebat-sepekan-ke-depan-di-sumbar
Imbau Warga Tetap Waspada, BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Sumbar

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam kurun waktu satu minggu ke depan. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap dinamika atmosfer yang kompleks, baik pada skala global, regional, maupun lokal, yang secara signifikan berpotensi meningkatkan curah hujan di berbagai daerah.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam fase negatif, yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini memicu peningkatan suplai uap air di atmosfer, yang pada gilirannya mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Selain itu, suhu permukaan laut yang relatif hangat di perairan Indonesia juga berkontribusi dalam memperkuat suplai uap air, sehingga memperparah potensi terjadinya curah hujan yang tinggi. “Fase La Niña lemah berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia,” demikian pernyataan yang tertulis di Situs BMKG yang diakses pada Rabu (7/1/2025).

Lebih lanjut, BMKG juga memantau aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi akan melintasi sejumlah wilayah, termasuk Aceh, wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar wilayah Papua. Selain itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif di beberapa wilayah seperti Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. “Aktivitas MJO serta gelombang ekuator meningkatkan proses konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak,” tulis Situs BMKG, menyoroti dampak signifikan dari fenomena-fenomena tersebut terhadap peningkatan curah hujan.

Dalam perkembangan terbaru, Bibit Siklon Tropis 91S telah bertransformasi menjadi Siklon Tropis Jenna kategori satu, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot. Siklon ini terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dan bergerak ke arah selatan. BMKG memprediksi bahwa Siklon Tropis Jenna berpotensi meningkat menjadi kategori dua dalam beberapa hari mendatang. “Dampak tidak langsung Siklon Tropis Jenna berpotensi memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat,” tulis Situs BMKG, menekankan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh siklon tersebut terhadap wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia barat Aceh dan Laut Cina Selatan sebelah utara Kalimantan. Kondisi ini menyebabkan perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan awan hujan.

Memasuki periode antara tanggal 9 hingga 12 Januari 2026, BMKG memprediksi bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. “Peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat berstatus siaga berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan,” tulis Situs BMKG, memberikan peringatan khusus bagi wilayah-wilayah yang dianggap paling berisiko.

Sehubungan dengan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat akan potensi angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya. “Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan aktivitas luar ruang dan perjalanan dengan kondisi cuaca terkini,” tulis Situs BMKG, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan adaptasi terhadap perubahan cuaca demi keselamatan dan keamanan bersama.