www.domainesia.com
News

Diskominfo Padang Latih Guru TIK Jadi Agen Literasi Digital

32
×

Diskominfo Padang Latih Guru TIK Jadi Agen Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
diskominfo-padang-latih-guru-tik-jadi-agen-literasi-digital
Diskominfo Padang Latih Guru TIK Jadi Agen Literasi Digital

Padang – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin meresahkan, khususnya di lingkungan pendidikan. Bentuk keseriusan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop khusus yang ditujukan bagi para guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Inisiatif yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang ini bertujuan untuk membekali para tenaga pendidik dengan pengetahuan mendalam serta keterampilan praktis dalam melindungi diri sendiri dan para siswa dari serangan phishing yang kian hari kian canggih.

Bertempat di Balai Kota Padang, kegiatan ini menjadi forum penting bagi para guru TIK untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang berbagai modus operandi phishing, termasuk bagaimana kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan dalam rekayasa sosial untuk melancarkan serangan. Asisten III Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menyoroti urgensi transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai upaya mewujudkan pelayanan publik yang transparan, efisien, dan akuntabel. Menurutnya, fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga kelancaran operasional pemerintahan adalah perlindungan informasi yang andal.

Lebih lanjut, Corri Saidan menyoroti evolusi phishing yang semakin mengkhawatirkan, di mana pelaku kejahatan siber kini mampu memalsukan identitas guru, teman, bahkan tokoh publik melalui rekayasa suara dan video berbasis deepfake. Ia menegaskan, “Melalui workshop ini, guru TIK harus memperkuat pemahaman ancaman phishing serta menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang aman.”

Diharapkan, para peserta workshop dapat menjadi agen literasi digital di sekolah masing-masing, tidak hanya mendampingi siswa dalam penggunaan internet yang sehat, tetapi juga membangun jejaring antarsekolah untuk menghadapi ancaman siber secara kolektif. Kepala Diskominfo Padang, Boby Firman, menyampaikan bahwa kewaspadaan digital di lingkungan sekolah merupakan hal yang krusial, mengingat pelajar SMP termasuk kelompok yang rentan terhadap serangan siber karena tingginya rasa ingin tahu dan frekuensi penggunaan gawai.

Boby Firman menjelaskan bahwa, “Guru TIK berperan strategis sebagai garda depan pencegahan sekaligus penanganan awal insiden siber di sekolah.” Meskipun data menunjukkan penurunan kasus phishing dari 108 kasus pada tahun 2023 menjadi 25 kasus pada tahun 2024, Boby Firman mengingatkan bahwa ancaman siber tetap menjadi perhatian serius. Pasalnya, modus kejahatan siber terus berkembang dengan munculnya teknik-teknik baru seperti quishing melalui QR code, smishing, dan rekayasa deepfake.

Boby Firman juga mengungkapkan bahwa phishing masih menjadi metode yang dominan di Indonesia karena kemudahan pelaksanaan dan efektivitasnya. “Phishing masih dominan di Indonesia karena mudah dilakukan dan efektif. Kami berharap guru TIK dapat menjadi agen literasi keamanan siber di sekolah masing-masing,” pungkas Boby Firman, seraya menekankan bahwa workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan guru TIK dalam melindungi ekosistem digital sekolah dari berbagai ancaman siber yang terus berkembang.