Padang – DPP PKPS menyoroti masih minimnya ketersediaan Al-Quran di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Pesisir Selatan. Kondisi itu mendorong organisasi perantau Pessel tersebut mendukung program sinkronisasi bersama Pemkab Pessel yang diberi nama Nagari Mangaji.
Ketua Umum DPP PKPS Adi Karsyaf mengatakan, persediaan kitab suci di pelosok nagari masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia menilai momentum Rakernas PKPS menjadi waktu yang tepat untuk menggerakkan donasi Al-Quran.
“Persediaan akan kitab suci Al Qur’an masih sangat jauh dari kebutuhan masyarakat di pelosok nagari di Kampung. Sekarang momentum Rakernas PKPS saatnya kita menyumbangkan Al-quran,” kata Adi Karsyaf, Jumat (19/6/2026).
Adi menyebut, DPP PKPS melalui Ketua Harian Indra Trigha sudah menggalang donasi untuk mendukung program Nagari Mengaji. Ia berharap, bantuan tersebut bisa disalurkan pada Rakernas DPP PKPS di Painan yang akan digelar pada 7-9 Juli 2026.
“Insyaalla DPP PKPS akan menyumbang Alqur’an yang akan kita serahkan pada Rakernas nantinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, perantau Pessel yang ingin ikut berpartisipasi dapat menyalurkan donasi ke rekening PKPS Bank Mandiri nomor 1030-0881-70960 dengan harga Rp105.000 per buku.
Sejumlah nama juga telah tercatat ikut berdonasi, di antaranya Adi Karsyaf, Indra Triga, Rosita Medina, Alirman Sori, Bakri M, Haji Jek, dan Basroni.
Secara terpisah, Sekjen DPP PKPS Bakri Maulana mengatakan perantau Pessel di mana pun berada dapat turut membantu dengan mengonfirmasi langsung kepada Yanti Emil selaku Wabendum DPP PKPS.
Bakri, yang juga Ketua Panitia Pengarah Rakernas, menuturkan rumah tahfidz terus tumbuh di berbagai daerah di Sumbar, termasuk Pesisir Selatan. Namun, keterbatasan akses dan jaringan membuat distribusi Al-Quran belum merata hingga ke wilayah pelosok.
“Dengan latar belakang itulah DPP PKPS mengapresiasi dan mensupport program ‘Nagari Mangaji’,” kata Bakri.







