Payakumbuh – Pasca kebakaran yang menghanguskan pusat pertokoan blok barat di Kota Payakumbuh, perhatian tertuju pada upaya pemulihan ekonomi para pedagang. Ikatan Keluarga Anam Suku (IKAS) Jambak Sianok Kota Payakumbuh mengambil inisiatif dengan menyalurkan bantuan finansial senilai puluhan juta rupiah kepada anggotanya yang terdampak.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana spontan dari anggota IKAS yang berdomisili di berbagai daerah, termasuk kota dan kabupaten di Sumatera Barat, Pekanbaru, serta Jakarta. Ketua IKAS Kota Payakumbuh, Erinof, yang didampingi oleh sejumlah pengurus, mengumumkan hal ini pada hari Jumat (12/09/2025). Erinof menyampaikan, dana yang terkumpul merupakan wujud solidaritas keluarga besar IKAS. “Bantuan spontan yang kita galang dari keluarga besar IKAS di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, Pekanbaru dan Jakarta, bantuan yang terkumpul mencapai puluhan juta,” ucapnya.
Erinof, yang juga berprofesi sebagai pemilik toko elektronik Wan Susila Baru, menjelaskan bahwa puluhan anggota IKAS mengalami kerugian akibat musibah kebakaran ini. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dan menjadi motivasi untuk bangkit kembali. “Ini bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan kami terhadap keluarga besar IKAS yang terdampak korban kebakaran. Semoga mereka bisa kembali bangkit dan beraktifitas seperti biasanya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3), Esa Muhardanil, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi para pedagang yang belum menerima bantuan secara umum. Dalam sambutannya di hadapan para korban penerima bantuan dari IKAS, ia menyoroti kesulitan yang dihadapi para pedagang untuk memenuhi kebutuhan pokok. “Sampai saat ini tidak ada bantuan yang masuk untuk pedagang, kasihan mereka kesulitan untuk membeli beras,” ujarnya.
Esa Muhardanil juga mengimbau para pedagang di blok timur pusat pertokoan Pasar Payakumbuh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan membatasi penumpukan barang dagangan di toko atau gudang. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar jika terjadi insiden serupa. “Ambil hikmah dari peristiwa kebakaran yang terjadi, tingkatkan kewaspadaan,” imbaunya.
Lebih lanjut, Esa Muhardanil mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi para korban kebakaran. Selain itu, ia juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengumumkan hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang terjadi. “Pemerintah diminta tolong percepat recovery ekonomi korban kebakaran. Sementara polisi secepatnya untuk mengeluarkan hasil penyelidikan penyebab kebakaran,” ujarnya, yang disetujui oleh pengurus IP3 lainnya, Desman, Dt. Sindo.
Bantuan dari IKAS senilai puluhan juta rupiah tersebut disalurkan melalui IP3, yang selanjutnya akan mendistribusikannya kepada puluhan keluarga besar IKAS yang menjadi korban kebakaran. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pemulihan ekonomi para pedagang yang terdampak.







