www.domainesia.com
News

Kaum Suku Caniago Kampuang Tangah Kuranji Batagak Gala Berjamaah

36
×

Kaum Suku Caniago Kampuang Tangah Kuranji Batagak Gala Berjamaah

Sebarkan artikel ini
kaum-suku-caniago-kampuang-tangah-kuranji-batagak-gala-berjamaah
Kaum Suku Caniago Kampuang Tangah Kuranji Batagak Gala Berjamaah

Padang – Pelestarian adat Minangkabau kembali ditegaskan melalui prosesi batagak gala (penobatan gelar) yang dilaksanakan oleh anak kamanakan dari Suku Caniago Ampek Buah Paruik Tapian Koronggadang Nagari Pauh IX. Acara yang berlangsung di Kampuang Tangah, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji pada Jumat malam (27/3/2026) ini menjadi simbol pentingnya menjaga warisan budaya bagi generasi penerus.

Sebanyak 20 orang anak kamanakan secara resmi menerima kembali gelar pusaka Rajo Paduko Sati dan Malin Paduko Sati. Gelar ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan amanah turun-temurun yang berasal dari ninik mamak mereka di Sawah Suduik, Solok.

Kemeriahan acara batagak gala mudo ini turut disaksikan oleh ninik mamak bajinih dari Suku Caniago Nagari Pauh IX, termasuk Penghulu Suardi Dt Rj Bujang, Rangtuo Adat Dasman Boy Dt Rj Dihilie SSos, Pandito Drs H Syafri Khaidir Malin Bandaro, dan Rangbasako Fadli Ihsan Rj Mangkuto SEi. Sebagai bentuk pengakuan adat, anak kamanakan yang menerima gelar pusaka juga diberikan sertifikat oleh ninik mamak bajinih Suku Caniago.

Penampilan pantun dari Kamil Malin Mudo menambah semarak acara yang dihadiri pula oleh Mamak Kepala Waris (MKW) Bujang Labai Rajo Paduko Sati.

Bujang Labai Rajo Paduko Sati menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan upaya mengembalikan identitas warisan leluhur kepada generasi muda. “Kami memberikan gala yang baru kepada kemenakan, tapi menurunkan gala yang diwarisi ninik mamak kami yang terdahulu,” ucap Bujang Labai.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa gelar Rj Paduko Sati memiliki nilai historis yang tinggi, berasal dari pendahulu mereka di Sawah Suduik, Solok. Hal ini didasarkan pada ranji keturunan tahun 1980-an yang ditandatangani oleh Penghulu Caniago Muchtar Dt Rj Bujang. Bujang Labai sendiri mewarisi gelar Rj Paduko Sati dari mamaknya, Yuang Anak Rj Paduko Sati. “Maka sekarang anak kamanakan kami dikembalikan ke gelar asalnya yaitu Rajo Paduko Sati dan Malin Paduko Sati. Sasek di ujung jalan balik ka pangka,” kata Bujang Labai, mengutip filosofi Minang yang menekankan pentingnya kembali ke akar budaya.

Penghulu Suku Caniago Suardi Dt Rj Bujang menyoroti pentingnya pemahaman akan asal-usul gelar yang disandang sebagai bagian dari identitas diri. “Yang tau jo paso – paso tantu ayam, nan tau jo kilie – kilie tantu jawi, artinya yang tahu asal muasal gelarnya tentu kaumnya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami sebagai ninik mamak ampek jinih suku Caniago ‘maarekan pagaran tagak, mambarekan bungka nan alah adoh’,” yang bermakna memperkuat dan melestarikan adat yang telah diwariskan.

Suardi juga menyampaikan bahwa dirinya saat ini mengemban amanah sebagai penghulu suku Caniago yang kesembilan, meneruskan kepemimpinan dari para pendahulunya, yaitu Mardahan Dt Rj Indo Lawiek, Gembo Dt Rj Basa, Martambi Dt Rj Indo Lawiek, Saroban Dt Rj Bujang, Siak Dt Rj Mangkuto (1929), Syarbaini Dt Rj Indo Lawik (1939), Meran Dt Rj Basa (adik Syarbaini Dt Indo Lawiek), dan Muchtar Dt Rj Bujang (1972). Ia sendiri mulai mengemban jabatan tersebut sejak tahun 2010 hingga saat ini.