www.domainesia.com
News

Payakumbuh Gelar Poetry Festival 2025, Galang Dana Bantu Korban Bencana

78
×

Payakumbuh Gelar Poetry Festival 2025, Galang Dana Bantu Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
payakumbuh-poetry-festival-2025-“antar-dunia-dalam-puisi”-resmi-digelar
Payakumbuh Poetry Festival 2025 “Antar Dunia Dalam Puisi” Resmi Digelar

Payakumbuh – Payakumbuh Poetry Festival (PPF) 2025 secara resmi dibuka dengan mengusung tema “Antar Dunia Dalam Puisi”. Pembukaan festival berlangsung di sebuah kafe yang terletak di kawasan Batang Agam, Kecamatan Payakumbuh Barat, pada Kamis malam, 27 November 2025. Festival yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini, menghadirkan serangkaian pertunjukan seni dan diskusi, yang diselenggarakan di tengah suasana duka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat.

Festival ini memberikan penekanan khusus pada eksplorasi puisi melalui medium bunyi dan visual, sekaligus menjadi wadah penggalangan dana untuk membantu para korban bencana alam. Pada malam pembukaan, musisi Afdhal Zikri berkolaborasi dengan penyair asal Pakistan, Namal Siddiqui. Penampilan maestro dendang, Erniwati, dengan Bakalintin, dilanjutkan dengan Irmansyah yang membawakan Rohmantik Performance. Selain itu, para seniman yang merupakan peserta workshop pra-festival juga mempersembahkan karya Puisi Visual dan Puisi Bunyi.

Kurator PPF 2025, S Metron Masdison, menyoroti keunikan karya puisi visual dan puisi bunyi yang ditampilkan pada tahun ini. “Pertunjukan Puisi Visual (Visual Poetry) dan Puisi Bunyi (Sound Poetry) PPF 2025 sedikit istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab tahun ini karya-karya yang ditampilkan adalah karya hasil workshop yang dipilih oleh para mentor,” ungkapnya, menjelaskan bahwa kurasi yang ketat menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas.

Direktur PPF 2025, Roby Satria, menjelaskan perbedaan pendekatan eksplorasi alih wahana pada PPF tahun ini dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. “Pada PPF 2022 dan 2023 lalu, kita melakukan eksplorasi awal atas alih wahana puisi ke bunyi dan visual melalui sayembara. Tapi tahun ini kita mencoba pendekatan baru, kita eksplorasinya lewat workshop di masa pra-festival,” ujarnya, menekankan bahwa workshop pra-festival memberikan kesempatan bagi para seniman untuk mengembangkan karya mereka secara lebih mendalam.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap bencana banjir dan longsor yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk akses menuju Payakumbuh, pihak penyelenggara festival mengadakan penggalangan dana selama tiga hari acara berlangsung. “Kita berbela sungkawa dan berdoa untuk semua korban bencana banjir dan longsor,” pungkasnya, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Dana yang berhasil dikumpulkan akan disalurkan untuk membantu warga terdampak, khususnya di Payakumbuh dan daerah-daerah lain yang terkena dampak bencana.

Sejumlah seniman telah berpartisipasi dalam Workshop Puisi Visual dan Workshop Puisi Bunyi selama tiga hari, yang dipandu oleh Donny Eros dan Aldo Ahmad alias Sipaningkah. Selain itu, karya visual terpilih dari Sayembara Puisi Visual 2022-2023 juga kembali dipamerkan sepanjang acara puncak PPF 2025, memberikan apresiasi lebih lanjut terhadap karya-karya tersebut.

Penyair seperti Ikhwanul Arif, Adri Sandra, serta pembaca puisi remaja Ada Vidia dan Suluh Namaku turut memeriahkan panggung festival, menghadirkan beragam interpretasi puisi. Rangkaian diskusi akan diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara seperti Gus TF, Raudal Tanjung Banua, akademisi Yona Prima, dan Sudarmoko, yang akan membahas berbagai aspek puisi dan relevansinya dalam kehidupan. Tema besar festival tahun ini, “Antardunia dalam Puisi,” menjadi kerangka acuan bagi seluruh kegiatan yang dilaksanakan, menginspirasi para seniman dan peserta untuk menjelajahi berbagai dimensi puisi.

PPF juga kembali menyelenggarakan program PPF Masuk Sekolah yang telah berjalan sejak tahun 2022. Program ini mengirimkan para pemenang Sayembara Manuskrip Puisi ke sejumlah sekolah di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, sebagai upaya untuk mendekatkan dunia puisi kepada generasi muda, menumbuhkan minat dan apresiasi terhadap seni sastra sejak dini.

Pembukaan Payakumbuh Poetry Festival 2025 dihadiri oleh Anggota DPRD Payakumbuh Mardion Fernandes, perwakilan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, serta sejumlah tamu undangan lainnya, yang menunjukkan dukungan luas dari berbagai pihak terhadap perkembangan seni dan sastra di daerah tersebut. Kehadiran para tokoh penting ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam memajukan dunia seni dan sastra di Payakumbuh.