www.domainesia.com
News

Payakumbuh Salurkan BLT Kesra 2025: Warga Sambut, Pemerintah Awasi Pemanfaatan

13
×

Payakumbuh Salurkan BLT Kesra 2025: Warga Sambut, Pemerintah Awasi Pemanfaatan

Sebarkan artikel ini
4.757-keluarga-di-payakumbuh-terima-blt-sementara-kesejahteraan-rakyat-2025-dari-kementerian-sosial
4.757 Keluarga di Payakumbuh Terima BLT Sementara Kesejahteraan Rakyat 2025 dari Kementerian Sosial

Payakumbuh – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) tahun 2025 oleh Kementerian Sosial menjadi secercah harapan bagi ribuan keluarga prasejahtera di Kota Payakumbuh. Pada hari Jumat (21/11/2025), Kantor Pos Payakumbuh dipadati warga yang menantikan pencairan dana bantuan tersebut.

Antrean panjang yang didominasi oleh para lansia dan ibu-ibu paruh baya menggambarkan betapa krusialnya bantuan ini bagi keberlangsungan hidup mereka. Beberapa warga datang dengan menggandeng anak-anak mereka, sementara yang lain dipapah oleh cucu-cucu mereka. Tidak sedikit pula yang hanya bisa duduk menunggu dengan sabar sambil memegang erat dokumen-dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Di tengah keramaian, seorang ibu paruh baya terlihat menyeka keringat di dahinya, kemudian tersenyum lega ketika namanya dipanggil oleh petugas. “Alhamdulillah…,” gumamnya dengan nada lirih, sebuah ungkapan syukur yang mewakili perasaan banyak penerima bantuan pada pagi itu.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, turut hadir untuk berinteraksi langsung dengan para penerima BLTS Kesra. Kehadirannya di tengah-tengah masyarakat penerima bantuan ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi keluarga penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako Elzadaswarman menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya untuk membantu masyarakat agar dapat bangkit dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga secara bertahap. Wawako Elzadaswarman mengatakan, pemerintah daerah memiliki harapan besar agar masyarakat dapat segera bangkit dari kesulitan ekonomi. “Pemerintah ingin bapak dan ibu bisa bangkit, pelan-pelan memperbaiki ekonomi keluarga,” kata Wawako Elzadaswarman. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak, mengingat sifatnya yang sementara. “Karena bantuan ini sifatnya sementara, mari manfaatkan dengan sebijaknya,” tuturnya.

Namun, di balik kebahagiaan para penerima bantuan, Wawako Elzadaswarman juga menyampaikan keprihatinannya atas indikasi penyalahgunaan bantuan oleh sebagian kecil warga. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil jika ditemukan adanya penyimpangan dalam pemanfaatan dana BLTS Kesra ini. “Andaikan kita tahu ada yang memakainya untuk hal-hal seperti judi online atau pinjaman daring, itu sungguh menyedihkan. Banyak saudara kita yang sangat membutuhkan,” ucapnya. Lebih lanjut, ia memperingatkan, “Kalau kedapatan, bantuannya akan kami stop.”

Elzadaswarman menggambarkan betapa berartinya bantuan tersebut bagi keluarga prasejahtera, terutama di saat-saat sulit seperti sekarang ini. “Saat kita sedang benar-benar butuh, bantuan sekecil apa pun terasa seperti lima ember air ketika kita kehausan,” ucapnya, memberikan analogi yang mudah dipahami tentang dampak positif BLTS Kesra bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Yonrefli, menjelaskan bahwa program BLTS Kesra tahun ini menyasar sebanyak 4.757 keluarga. Selain itu, terdapat sekitar 600 calon penerima yang masih dalam tahap verifikasi. Yonrefli menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Hari ini ada 941 keluarga dari dua kecamatan yang menerima bantuan tahap pertama,” jelas Yonrefli.

Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp900.000 untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Meskipun nominal ini mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, namun bagi banyak keluarga di Payakumbuh, angka tersebut sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Kantor Pos Payakumbuh, Metriyeni, memastikan kelancaran proses penyaluran bantuan dengan mengarahkan petugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga, terutama kepada lansia dan penyandang disabilitas. Metriyeni menjelaskan, bantuan ini diberikan kepada keluarga, bukan individu. “Bantuan ini untuk keluarga, bukan individu. Pengambilan bisa diwakilkan, asalkan dalam satu KK,” jelas Metriyeni. Ia juga mengimbau warga untuk bersabar dalam antrean. “Bantuan ini pasti akan kami berikan kepada mereka yang terdata. Mari kita antre dengan sabar,” imbaunya.

Rosma (62), seorang ibu paruh baya yang menjadi salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya. “Bantuan ini memang tidak besar, nak. Tapi bagi saya, bisa untuk beli beras, bayar listrik, sama uang jajan cucu. Rasanya seperti ditolong di saat sangat butuh,” ujarnya dengan mata berbinar. Sambil menatap amplop yang baru diterimanya, ia menambahkan, “Semoga berkah. Ini sangat berarti bagi kami,” imbuhnya.

Kisah Rosma adalah representasi dari ratusan cerita serupa yang terjadi di Kantor Pos Payakumbuh pada hari itu. BLTS Kesra bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga merupakan simbol harapan, semangat, dan pengakuan atas martabat keluarga prasejahtera yang berjuang untuk bertahan hidup. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal bagi perbaikan ekonomi keluarga, meskipun sifatnya tidak berkelanjutan, dengan harapan masyarakat dapat bangkit dan meningkatkan taraf hidup mereka.