Payakumbuh – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh menggelar kerja bakti di lingkungan kantornya sebagai tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Payakumbuh Nomor: 600.4.15/09/SE/DLH-2026 tentang Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat budaya kerja bersih sekaligus memastikan lingkungan kantor tetap nyaman sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Diskominfo Payakumbuh, Kurniawan Saputra, mengatakan kebersihan kantor memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
“Menindaklanjuti edaran sekaligus arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta kami memastikan lingkungan kantor tetap bersih agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Kurniawan, Jumat (17/04/2026).
Menurut dia, suasana kerja yang bersih dapat membuat pegawai lebih nyaman dan bekerja lebih efektif. Karena itu, ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari di kantor.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri dirancang untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, tertib, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pelaksanaannya mencakup empat aspek utama, yakni aman, sehat, resik, dan indah. Pada aspek aman, gerakan ini menekankan penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana serta pengendalian sampah dan limbah berbahaya.
Pada aspek sehat, fokus diarahkan pada peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.
Adapun pada aspek resik, langkah yang ditempuh meliputi kerja bakti rutin, pengelolaan sampah berbasis sumber, dan inspeksi kebersihan lingkungan kerja.
Sementara pada aspek indah, pemerintah mendorong penanaman pohon, penataan taman dan ruang publik, penertiban reklame, serta peremajaan bangunan yang dinilai kurang estetis.
“Gerakan ini perlu dukungan semua pihak,” ujar Kurniawan didampingi Sekretaris Diskominfo Armein Busra.
Selain kerja bakti, Diskominfo juga mengintensifkan sejumlah langkah pendukung, mulai dari kampanye publik, aksi gotong royong, edukasi pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga penerapan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, recycle.
“Melalui langkah tersebut, kita berharap kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat dan berdampak pada kualitas pelayanan publik yang lebih baik,” kata Kurniawan.







