www.domainesia.com
News

Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah ke Mentawai, Perkuat Layanan Keuangan 3T

17
×

Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah ke Mentawai, Perkuat Layanan Keuangan 3T

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-lepas-ekspedisi-rupiah-berdaulat-2026-ke-mentawai,-perkuat-layanan-keuangan-di-daerah-3t
Mahyeldi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Mentawai, Perkuat Layanan Keuangan di Daerah 3T

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Rabu (3/6/2026). Program Bank Indonesia itu ditujukan untuk menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Mahyeldi menilai kehadiran layanan kas hingga ke wilayah kepulauan menunjukkan konsistensi Bank Indonesia dalam menjangkau seluruh masyarakat. Ia menegaskan, rupiah bukan hanya alat transaksi, melainkan juga simbol kehadiran negara dan kedaulatan bangsa.

“Setiap lembar rupiah yang beredar hingga ke pulau-pulau terluar membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi geografis Kepulauan Mentawai tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk memperoleh layanan keuangan yang setara. Karena itu, menurut dia, kolaborasi Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan perbankan perlu terus diperkuat agar pelayanan benar-benar menjangkau masyarakat kepulauan.

Mahyeldi menyebut Ekspedisi Rupiah Berdaulat memiliki manfaat strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menyediakan uang rupiah layak edar, program ini juga melayani penukaran uang tidak layak pakai serta memberi edukasi tentang pentingnya mencintai, mengenali, dan merawat rupiah.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh layanan, termasuk saudara-saudara kita yang berada di wilayah kepulauan dan daerah 3T seperti Mentawai,” ujarnya.

Komandan Komando Daerah Maritim II Padang Sarimpunan Tanjung mengatakan ekspedisi ini menjadi wujud sinergi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga distribusi rupiah hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Menurut dia, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan kerja sama lintas sektor agar masyarakat di daerah terpencil tetap mendapat akses terhadap uang rupiah layak edar.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi, TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Kurau-856 yang akan berlayar selama tujuh hari dengan rute Padang-Siberut (Maileppet)-Muara Sikabaluan-Sipora-Pagai Utara-Pagai Selatan, lalu kembali ke Padang. Total jarak pelayaran mencapai sekitar 505 nautical mile (NM).

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Novyanto mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sumatera Barat menjadi ekspedisi keenam dari total 23 ekspedisi yang dilaksanakan Bank Indonesia sepanjang 2026.

Ia menjelaskan, program ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh uang rupiah dalam jumlah cukup dan kualitas yang baik, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.

“Kebutuhan uang tunai di wilayah kepulauan dan daerah terpencil masih cukup tinggi. Karena itu, Bank Indonesia terus berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan kembali,” katanya.

Selain layanan kas keliling, Bank Indonesia juga menggelar berbagai kegiatan edukasi bagi masyarakat, termasuk pemberdayaan dan pelatihan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tujuan ekspedisi. Pelepasan kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, jajaran TNI Angkatan Laut, pimpinan perbankan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.