Jakarta – Lebih dari 4.000 pelajar di Jakarta Barat, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), kini memiliki harapan baru dalam menempuh pendidikan berkat beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan motivasi belajar di kalangan siswa.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, menyoroti bahwa program beasiswa ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga yang menghadapi keterbatasan finansial. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Dalam acara seremonial penyerahan beasiswa yang diselenggarakan pada Minggu (28/12/2025), Hilda Kusuma Dewi menyampaikan optimisme terhadap dampak positif program ini. “Beasiswa PIP Aspirasi diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan keberlanjutan sekolah para siswa,” ujarnya.
Hilda menekankan bahwa pendidikan adalah hak asasi setiap anak, dan PIP Aspirasi memainkan peran penting dalam menjaga serta meningkatkan semangat belajar siswa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Bantuan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa. “Bantuan ini kami salurkan agar anak-anak bisa tetap bersekolah dengan tenang,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, Hilda menambahkan, beasiswa ini juga memberikan dukungan moral dan motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi. Diharapkan, dengan adanya beasiswa ini, siswa dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan meraih cita-cita mereka. “Setidaknya, beasiswa ini bisa membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, sehingga anak-anak dapat fokus belajar dan mengejar cita-cita mereka,” imbuhnya.
Hilda juga menyoroti urgensi dukungan pendidikan yang berkelanjutan untuk menekan angka putus sekolah. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa dan keluarga mereka. “Kami ingin pendampingan pendidikan ini berjalan berkesinambungan,” tuturnya.
Menurut Hilda, setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak atas kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan. “Sejak pendidikan dasar hingga menengah, anak-anak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk terus melanjutkan sekolah dan berkembang sesuai potensi mereka,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hilda juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para pendidik, dan orang tua atas peran aktif mereka dalam proses pendataan dan verifikasi penerima beasiswa. Ia menekankan bahwa sinergi yang baik antara semua pihak adalah kunci keberhasilan program ini. “Kolaborasi yang baik antara semua pihak menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan berjalan transparan,” pungkasnya.







