Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana peninjauan ulang kebijakan terkait anggaran dan aktivitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI oleh pimpinan lembaga tersebut. Pengumuman ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya sorotan publik terhadap kinerja serta alokasi anggaran yang dikelola oleh DPR.
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat yang berkembang belakangan ini. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Sekjen PKS Muhammad Kholid, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Fokus utama dari peninjauan ini adalah rencana pencabutan beberapa kebijakan yang berkaitan dengan tunjangan anggota DPR. Selain itu, moratorium kunjungan kerja ke luar negeri juga menjadi agenda penting dalam evaluasi ini. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pimpinan DPR telah menyatakan komitmen mereka untuk melakukan perubahan signifikan dalam pengelolaan anggaran serta kegiatan dewan.
Presiden Prabowo menyampaikan, “Para pimpinan DPR menyampaikan akan melakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.”
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyoroti tindakan tegas yang telah diambil oleh para ketua umum partai politik terhadap anggota DPR yang dinilai melakukan kesalahan dalam menyampaikan pernyataan kepada publik. Tindakan ini dipandang sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa anggota DPR senantiasa bertindak sesuai dengan kepentingan rakyat.
“Langkah tegas tadi yang dilakukan ketua umum partai politik adalah mereka masing-masing dicabut dari keanggotaannya di DPR RI,” tutur Prabowo.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya bagi anggota DPR untuk selalu responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa para wakil rakyat harus senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.
“Para pimpinan DPR juga telah berbicara dan para ketua umum partai juga sudah menyampaikan melalui ketua fraksi masing-masing bahwa para anggota DPR harus selalu peka dan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat,” kata Prabowo.
Sebelum konferensi pers, Presiden Prabowo diketahui telah mengumpulkan sejumlah ketua umum partai politik dan anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Minggu siang. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas berbagai isu strategis terkait pemerintahan dan pembangunan nasional, yang mana salah satu agendanya adalah evaluasi kinerja para wakil rakyat di parlemen.







