Padang – Sebagai respons terhadap bencana banjir bandang yang melanda, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang bergerak cepat mendirikan dapur umum sebagai wujud bantuan kemanusiaan. Inisiatif ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak, khususnya para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Pendirian dapur umum dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Kantor Camat Pauh dan Guo Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Sebagai langkah awal, Baznas Kota Padang telah menyalurkan 350 porsi nasi kepada para pengungsi yang saat ini berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh.
Fokus utama dari pendirian dapur umum ini adalah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban banjir terpenuhi selama masa sulit ini. Ketua Baznas Kota Padang Yuspardi, melalui Humas Syahrul Fadli, menyatakan bahwa operasional dapur umum akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik pengungsian. “Fasilitas dapur umum ini beroperasi di titik-titik pengungsian, guna memastikan kebutuhan pangan para penyintas korban banjir terpenuhi setiap hari,” ungkapnya pada Senin (1/12/2025).
Syahrul menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggap darurat yang cepat dari Baznas dalam menghadapi situasi krisis. Tim Baznas secara aktif memantau kondisi para korban bencana di lapangan, memastikan pasokan bahan makanan dan kelancaran proses memasak. Distribusi makanan kepada warga yang terdampak banjir juga menjadi prioritas utama dalam upaya meringankan beban mereka.
“Selain itu dengan banyaknya warga korban bencana yang belum bisa kembali ke rumah, dukungan pangan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama untuk menjaga ketahanan para pengungsi di masa tanggap darurat,” ujar Syahrul, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi para pengungsi.
Selama masa tanggap darurat berlangsung, Dapur Umum Baznas Kota Padang akan terus beroperasi. Selain penyediaan makanan, Baznas juga berencana memberikan layanan tambahan seperti bantuan logistik, kesehatan, serta dukungan pemulihan ekonomi pada tahap selanjutnya, disesuaikan dengan kebutuhan para penyintas.







