Padang – Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat mencatatkan kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2025, dengan fokus utama pada tiga aspek krusial: pengendalian inflasi, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Capaian ini menjadikan BI Sumbar sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi regional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, khususnya harga komoditas pangan, BI Sumbar secara proaktif melakukan pemantauan harga harian, mengidentifikasi potensi gejolak pasar, dan menjalin koordinasi yang erat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kolaborasi antara BI Sumbar dan pemerintah daerah diperkuat melalui implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan prinsip 4K, meskipun sempat terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Transformasi digital sistem pembayaran di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah merchant yang mengadopsi QRIS meningkat signifikan menjadi 674.273, sementara jumlah pengguna mencapai 949.441, menandakan adopsi teknologi yang meluas di kalangan masyarakat. Volume transaksi QRIS juga mengalami lonjakan yang signifikan, mencapai Rp51,93 miliar. Inovasi ini diperluas hingga ke tingkat internasional melalui implementasi QRIS Cross Border, yang memfasilitasi transaksi bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat.
Selain itu, BI Sumbar memberikan perhatian khusus pada pengembangan UMKM melalui program digitalisasi dan ekspor. Program Onboarding UMKM Go Digital dan Go Ekspor dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memanfaatkan platform digital, dan menembus pasar global. Keberhasilan program ini tercermin dari peningkatan ekspor komoditas kopi dan kayu manis dari Sumatera Barat, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang baik dalam berbagai bidang, sejumlah daerah di Sumatera Barat meraih pengakuan di tingkat regional dan nasional. Kota Payakumbuh dinobatkan sebagai kota terbaik regional Sumatera dalam ajang Championship TP2DD 2025. Kabupaten Tanah Datar kembali meraih penghargaan TPID Berprestasi Terbaik se-Sumatera untuk kelima kalinya secara berturut-turut, menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengendalian inflasi. Nagari Koto Gadang meraih Juara II Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025, yang membuktikan potensi pariwisata berbasis budaya di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menerima Anugerah Adinata Syariah 2025 dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sebagai pengakuan atas komitmen dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Dalam menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar di masyarakat, BI Sumbar menerapkan Clean Money Policy untuk memastikan uang yang beredar tetap layak edar, bersih, dan terpercaya. Layanan kas keliling secara rutin menjangkau seluruh kabupaten/kota, termasuk daerah terpencil (3T), pusat ekonomi mikro, dan ritel nagari, untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang berkualitas di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Untuk memberikan informasi terkini dan rekomendasi terkait kondisi perekonomian, BI Sumbar secara berkala menerbitkan Laporan Perekonomian Provinsi triwulanan. Selain itu, Sarasehan Ekonomi Sumatera Barat 2025 menjadi forum penting bagi para pemangku kepentingan untuk membahas potensi investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta merumuskan strategi untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
BI Sumbar juga terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui berbagai inisiatif, termasuk percepatan sertifikasi halal, pengembangan pembiayaan syariah, pengembangan industri kreatif syariah, dan digitalisasi wakaf. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Barat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.







