www.domainesia.com
News

Harapan untuk KONI Sumbar yang Sehat, Terbuka, dan Merangkul

43
×

Harapan untuk KONI Sumbar yang Sehat, Terbuka, dan Merangkul

Sebarkan artikel ini
harapan-untuk-koni-sumbar-yang-sehat,-terbuka,-dan-merangkul
Harapan untuk KONI Sumbar yang Sehat, Terbuka, dan Merangkul

Padang – Enam tokoh Sumatera Barat dari berbagai latar belakang profesi mengadakan pertemuan hingga dini hari untuk membahas strategi pembenahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat. Diskusi yang berlangsung di tengah suasana santai ini menghasilkan berbagai gagasan konstruktif untuk kemajuan olahraga di daerah tersebut.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Muhammad Zuhrizul, seorang praktisi pariwisata yang dikenal sebagai penggagas sport tourism di Sumatera Barat; Yulviadi alias “Adek”, seorang pengusaha muda; Bachtul, mantan anggota DPRD Sumatera Barat; Dr. Hanif Al Muhamady Hasyim, seorang dokter dan pegiat offroad dari Indonesia Offroad Federation (IOF) Sumatera Barat; Revdi Iwan Syahputra, seorang pemimpin redaksi; serta Hamdanus, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Sumatera Barat yang juga digadang-gadang sebagai calon Ketua KONI Sumatera Barat periode 2025.

Fokus utama diskusi adalah perlunya reformasi mendalam di tubuh KONI Sumatera Barat. Para peserta sepakat bahwa perubahan yang diperlukan tidak hanya terbatas pada pergantian personel, tetapi juga mencakup pengembalian fungsi KONI sebagai organisasi yang idealnya membina, melindungi, dan mewadahi seluruh cabang olahraga serta daerah di Sumatera Barat.

Muhammad Zuhrizul, yang bertindak sebagai moderator diskusi, menekankan pentingnya KONI untuk lebih dekat dengan para pelaku olahraga. Zuhrizul mengatakan, “KONI tak boleh menjadi menara gading. Ia harus hadir di tengah atlet, pelatih, dan komunitas. Kepemimpinannya harus mampu merangkul dan menyatukan energi semua pihak.” Sebagai Ketua IATTA Sumbar dan penggerak KORMI, Zuhrizul juga menyoroti potensi besar Sumatera Barat dalam pengembangan sport tourism, serta peran strategis KONI dalam mewujudkan potensi tersebut melalui kolaborasi yang efektif.

Yulviadi Adek menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap KONI. Yulviadi mengatakan, “KONI jangan lagi eksklusif dan menutup diri. Ini era baru, semua bisa memantau, semua bisa mengakses. Kalau mau maju, mulailah dari kejujuran dalam pengelolaan.”

Bachtul, mantan anggota DPRD, mengingatkan agar KONI tidak disalahgunakan sebagai sarana untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ia berharap agar KONI Sumatera Barat dapat dibersihkan dari praktik-praktik yang menghambat kemajuan olahraga. Bachtul menyampaikan dengan nada tegas, “Sudah saatnya olahraga kita dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar peduli. Bukan yang hanya cari panggung. KONI itu tempatnya pembina, bukan politisi.”

Dr. Hanif Al Muhamady Hasyim memberikan perspektif yang berbeda dengan menekankan pentingnya merangkul olahraga komunitas dan olahraga ekstrem. Ia berpendapat, “KONI bisa jadi wadah inklusif. Banyak cabor dan komunitas yang ingin berkembang, tapi belum punya akses dan dukungan. Kalau kita disatukan, prestasi dan gairah olahraga Sumbar bisa melonjak jauh.”

Revdi Iwan Syahputra menyoroti peran vital media sebagai mitra strategis bagi KONI. Ia menyayangkan kurangnya komunikasi yang efektif antara KONI dan media, padahal publikasi yang baik dapat meningkatkan semangat olahraga dan prestasi atlet di tengah masyarakat. Revdi menegaskan, “KONI tak bisa jalan sendiri. Media bisa jadi jembatan antara semangat di lapangan dengan publik. Tapi selama ini, jembatan itu belum dibangun dengan baik. Ini yang harus diperbaiki.”

Hamdanus, yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua KONI Sumbar mendatang, menyatakan komitmennya untuk melakukan perubahan jika terpilih. Hamdanus mengatakan, “Saya hadir malam ini bukan untuk berbicara, tapi untuk mendengar. Semua yang disampaikan sangat berarti dan menjadi catatan penting. Jika nanti saya dipercaya memimpin KONI secara definitif, maka pintu akan terbuka lebar untuk semua elemen. Tidak ada yang ditinggalkan.”

Pertemuan yang berlangsung hingga dini hari tersebut diakhiri dengan jabat tangan erat, menandakan adanya kesepakatan dan komitmen bersama untuk memajukan olahraga Sumatera Barat. Para peserta memiliki visi yang sama, yaitu menjadikan KONI Sumatera Barat sebagai wadah yang representatif bagi seluruh insan olahraga, tempat di mana prestasi diukir, semangat dipelihara, kepercayaan dibangun, dan harapan diwujudkan.