Padang – Pengunduran diri Drs. Ilmarizal MM dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) I KONI Kota Padang periode 2025–2029 telah memicu diskusi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi organisasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap surat edaran KONI Pusat yang melarang adanya rangkap jabatan, sebuah isu yang kerap menjadi perhatian dalam tata kelola organisasi olahraga.
Keputusan Ilmarizal didasari oleh pertimbangan pribadi yang mendalam. Menurutnya, ada konflik batin yang dirasakannya setiap hari terkait dengan posisinya yang ganda. Surat pengunduran diri secara resmi telah diserahkan pada tanggal 26 Februari 2026 dan ditujukan langsung kepada Ketua Umum KONI Kota Padang.
Proses penyerahan surat pengunduran diri tersebut dijelaskan oleh Ilmarizal. Ia menyampaikan bahwa surat tersebut telah diantarkan langsung ke kantor KONI Kota Padang pada hari Jumat, 27 Februari 2026, dan diterima oleh Sekretaris Umum, DR Tri Putra Junaidi Nasution.
Dalam suratnya, Ilmarizal menjelaskan bahwa pengunduran dirinya merupakan implementasi dari Surat Himbauan KONI Pusat Nomor 1485/ORG/XI/2025 yang secara tegas melarang rangkap jabatan, baik secara vertikal maupun horizontal, terutama bagi posisi-posisi kunci seperti Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pengunduran diri ini juga bertujuan untuk membuka peluang bagi individu lain yang memiliki dedikasi dan kepedulian terhadap kemajuan serta peningkatan prestasi olahraga di Kota Padang.
Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I KONI Kota Padang, Ilmarizal juga diketahui menduduki posisi sebagai Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumatera Barat dan Staf Khusus (Stafsus) KONI Sumbar. Kondisi ini menyoroti kompleksitas pengelolaan organisasi olahraga dan potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul akibat rangkap jabatan.
Ilmarizal menekankan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri diambil secara sukarela dan tanpa tekanan dari pihak manapun. Ia berharap bahwa tindakannya ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi para pengurus olahraga lainnya yang masih merangkap jabatan dan belum sepenuhnya mematuhi surat edaran KONI Pusat.
“Saya menyatakan mengundurkan diri dari Waketum I KONI Padang terhitung tanggal 26 Februari 2026. Keputusan ini saya ambil demi ketaatan terhadap AD/ART serta menjaga tertib administrasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Ilmarizal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas kolaborasi yang telah terjalin selama masa baktinya di kepengurusan KONI Kota Padang. Surat pengunduran diri tersebut juga ditembuskan kepada KONI Provinsi Sumatera Barat dan Dispora Kota Padang sebagai bentuk transparansi dan koordinasi.
Ilmarizal menambahkan, “Surat tembusan ke KONI Sumbar juga sudah saya serahkan Jumat (27/2/2026). Sementara tembusan ke Dispora dalam waktu dekat. Paling lambat, Insya Allah saya masukkan Senin depan.”
Implikasi dari pengunduran diri ini adalah struktur kepengurusan KONI Kota Padang akan mengalami perubahan dalam waktu dekat. Hal ini membuka peluang bagi regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi.
Al Madi, seorang pengamat olahraga, memberikan apresiasi terhadap sikap legowo Ilmarizal dalam mengundurkan diri dari rangkap jabatan, khususnya sebagai Waketum I KONI Padang. Menurutnya, kesadaran dan kepatuhan terhadap administrasi organisasi olahraga adalah nilai-nilai yang perlu ditanamkan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan olahraga.
Al Madi menyampaikan, “Selain kesadaran dari hati yang dalam, perlu juga ditumbuhkan rasa malu terhadap diri sendiri, jika masih rangkap jabatan yang mengangkangi surat edaran KONI pusat tersebut.” Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam organisasi olahraga seharusnya didasari oleh semangat pengabdian dan kerja sosial, bukan semata-mata sebagai sumber penghasilan. Al Madi juga mengingatkan dengan pepatah, “Lamak dek awak katuju dek urang, jan lamak dek awak, tapi indak katuju dek urang,” yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.







