www.domainesia.com
News

Bupati Lima Puluh Kota Dorong Penambahan Dapur MBG ke Seluruh Wilayah

13
×

Bupati Lima Puluh Kota Dorong Penambahan Dapur MBG ke Seluruh Wilayah

Sebarkan artikel ini
jumlah-penerima-manfaat-mbg-di-lima-puluh-kota-capai-40-persen
Jumlah Penerima Manfaat MBG di Lima Puluh Kota Capai 40 Persen

Lima Puluh Kota – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lima Puluh Kota terus diperluas, namun cakupannya masih belum merata. Hingga saat ini, penerima manfaat baru mencapai 40 persen, sementara jumlah dapur atau Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia baru 17 unit dari kebutuhan 35 dapur.

Bupati Lima Puluh Kota Safni mengatakan pemerintah daerah masih mendorong penambahan SPPG agar seluruh wilayah, termasuk daerah pinggiran dan perbatasan, segera merasakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Penerima manfaat MBG kita mencapai 40 persen, kita berharap ke depannya jumlah penerima manfaat terus bertambah,” kata Safni.

Ia menambahkan, penambahan dapur penyedia MBG juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Safni menyebut pelaku usaha maupun masyarakat dapat ikut berinvestasi dalam program itu karena dinilai memberi manfaat langsung bagi warga.

“Tentu jumlah dapur kita harap bisa bertambah, kita dorong pelaku usaha atau masyarakat untuk berinvestasi pada program ini, sebab banyak membantu masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Safni usai mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan di TK Aisyiyah, komplek perguruan Hj. Yuliana, Sarilamak, Kecamatan Harau.

Di tingkat sekolah, manfaat program MBG juga dirasakan langsung SMP Negeri 3 Kabupaten Lima Puluh Kota. Pihak sekolah menilai program tersebut bukan hanya membantu pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga meringankan beban orang tua.

Plt. Kepala SMPN 3 Lima Puluh Kota, Sanca Sartika, melalui wakil kesiswaan Nur Hidayati, didampingi guru Dona dan M. Ridho, mengatakan sekolah mereka telah hampir satu tahun menerima program itu.

“Kami sangat apresiasi MBG yang diberikan kepada pelajar atau peserta didik di sekolah ini, kami hampir 1 tahun menerima manfaat dari program prioritas presiden ini,” kata Nur Hidayati, Kamis (23/04/2026).

Ia menjelaskan, sebelum ada MBG, siswa umumnya membawa bekal atau uang makan siang dari rumah. Setelah program berjalan, orang tua tak lagi harus menyiapkan bekal setiap hari.

“Biasanya pelajar kami membawa bekal atau makan siang, namun sejak satu tahun belakangan mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya MBG, karena orangtuanya tidak perlu lagi menyiapkan bekal makan siang untuk dibawa ke sekolah,” ujarnya.

Nur Hidayati menambahkan, MBG di sekolah tersebut diberikan selama enam hari, menyesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar yang juga berlangsung enam hari.

“Karena sekolah kami enam hari, Alhamdulillah untuk MBG juga mendapat selama 6 hari,” katanya.