www.domainesia.com
News

Jadi Ekstrakurikuler Wajib, Muhidi Dukung Silek Tradisi Minang Wujudkan Pelajar Berkarakter

74
×

Jadi Ekstrakurikuler Wajib, Muhidi Dukung Silek Tradisi Minang Wujudkan Pelajar Berkarakter

Sebarkan artikel ini
jadi-ekstrakurikuler-wajib,-muhidi-dukung-silek-tradisi-minang-wujudkan-pelajar-berkarakter 
Jadi Ekstrakurikuler Wajib, Muhidi Dukung Silek Tradisi Minang Wujudkan Pelajar Berkarakter 

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah strategis dalam pelestarian budaya dengan meresmikan Program Silek Tradisi Minangkabau sebagai ekstrakurikuler wajib bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayahnya. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai seni bela diri tradisional Minangkabau.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimi, saat peluncuran program di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (24/1/2026), menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi silek tradisional yang semakin tergerus zaman. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 200 aliran silek tradisional yang pernah berkembang di Sumatera Barat, kini hanya tersisa sekitar 50 aliran. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya upaya pelestarian melalui pendidikan formal.

Selain itu, Vasko Ruseimi mendorong para siswa untuk aktif mempromosikan silek tradisional melalui media sosial. “Ia berharap siswa dapat mengunggah konten positif yang menampilkan manfaat dan nilai budaya silek Minangkabau,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk membuat video singkat dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia meyakini bahwa program Silek Tradisi Minangkabau tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan mental generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Muhidi menjelaskan bahwa latihan silek memberikan manfaat komprehensif bagi siswa. Selain meningkatkan kebugaran jasmani, melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh, silek juga menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Siswa dibiasakan untuk mematuhi aturan, etika, serta jadwal latihan yang teratur, sehingga membentuk karakter disiplin yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks pembentukan kepribadian, silek tradisional melatih kesabaran, kepercayaan diri, serta pengendalian emosi. Nilai-nilai ini diyakini mampu membentuk sikap rendah hati sekaligus mencegah perilaku agresif di kalangan pelajar. Sebagai warisan budaya bangsa, silek tradisional turut menanamkan nilai budaya dan nasionalisme. Melalui proses latihan, siswa dikenalkan pada tradisi, adat, serta jati diri Minangkabau dan Indonesia.

Lebih lanjut, Muhidi menyoroti bahwa gerakan silek yang menuntut fokus dan koordinasi dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar. Silek tradisional juga membuka peluang pengembangan diri dan prestasi nonakademik melalui berbagai ajang kejuaraan, seperti O2SN dan POPDA. Silek mengajarkan bela diri secara bertanggung jawab, yakni untuk melindungi diri, bukan menyerang, serta menanamkan nilai sportivitas dan etika. Selama proses latihan, siswa juga membangun kerja sama, solidaritas, dan rasa persaudaraan, sehingga tercipta hubungan sosial yang positif di kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025, namun belum terstandarisasi. Kini, program tersebut didukung oleh modul pembelajaran yang terstandar. “Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul. Ia menambahkan bahwa ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.