News

Kemnaker-Pertamina Perkuat SDM Lewat Pelatihan Vokasi K3

17
×

Kemnaker-Pertamina Perkuat SDM Lewat Pelatihan Vokasi K3

Sebarkan artikel ini
kemnaker-dan-pertamina-tingkatkan-kompetensi-sdm-via-sinergi-pelatihan-vokasi
Kemnaker dan Pertamina Tingkatkan Kompetensi SDM via Sinergi Pelatihan Vokasi

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU terkait program ketenagakerjaan dan pendayagunaan SDM, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelatihan vokasi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang lebih adaptif.

Ia juga berharap Pertamina bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain, terutama dalam pengelolaan hubungan industrial dan pengembangan keterampilan masa depan atau future skills.

“Kami ingin banyak cerita keberhasilan lahir dari Pertamina, termasuk dalam penguatan hubungan industrial dan pengembangan kompetensi SDM,” ujar Yassierli.

Yassierli menegaskan keterlibatan dunia usaha penting agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai standar industri, bukan hanya sebatas teori.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyebut kesiapan SDM menjadi faktor penentu operasional perusahaan.

Menurut dia, selain kemampuan teknis, pekerja juga harus memiliki disiplin tinggi dan budaya keselamatan kerja yang kuat.

“Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, produktif, dan berkinerja tinggi,” kata Oki.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menilai kerja sama ini dapat menjadi fondasi awal pembentukan pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berstandar nasional hingga regional.

Ia juga meyakini kolaborasi ini akan meluas ke bidang lain, seperti pengembangan talenta digital dan transisi energi.

Iriawan menilai sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM unggul.

Kerja sama strategis ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.