www.domainesia.com
News

Pemprov Sumbar Pacu Investasi Padat Karya untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

9
×

Pemprov Sumbar Pacu Investasi Padat Karya untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
target-rp13,3-triliun,-vasko-ruseimy:-investasi-harus-serap-tenaga-kerja-dan-gerakkan-ekonomi
Target Rp13,3 Triliun, Vasko Ruseimy: Investasi Harus Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi

Padang – Transformasi ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan investasi yang bersifat padat karya. Kebijakan ini menjadi poin krusial yang dibahas dalam forum Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar Tahun 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026), sebagai upaya pemerintah daerah dalam memastikan setiap modal yang masuk mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat luas.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menekankan bahwa orientasi pembangunan tidak boleh lagi hanya terpaku pada aspek fisik semata. Ia menuntut agar setiap investasi yang masuk ke wilayahnya memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi guna memperkuat ekonomi akar rumput.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan, setiap investasi harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat. ‘Setiap investasi yang masuk ke Sumatera Barat harus memberikan efek nyata. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja secara masif dan memperkuat ekonomi masyarakat,’ ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi telah menyusun empat pilar strategis. Pilar pertama berfokus pada konektivitas dan infrastruktur, yang mencakup proyek-proyek vital seperti Jalan Tol Padang-Pekanbaru, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan kualitas jalur Bukittinggi-Payakumbuh. Pilar kedua menyasar sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat distribusi komoditas. Pilar ketiga berfokus pada pengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi, sementara pilar keempat difokuskan pada sektor pariwisata dan ketangguhan kawasanPadang – Fokus pembangunan Sumatera Barat pada tahun 2027 akan diarahkan pada penguatan ekonomi melalui investasi padat karya. Kebijakan strategis ini ditetapkan dalam forum Musrenbang RKPD Provinsi Sumbar Tahun 2027 yang diselenggarakan di Auditorium Gubernuran pada Rabu (8/4/2026), dengan tujuan utama menciptakan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat luas.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menekankan bahwa setiap modal yang masuk ke daerah harus mampu memberikan kontribusi nyata, tidak sekadar berwujud pembangunan fisik, melainkan juga menjadi instrumen penyerapan tenaga kerja dalam skala besar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan, setiap investasi harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat. ‘Setiap investasi yang masuk ke Sumatera Barat harus memberikan efek nyata. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja secara masif dan memperkuat ekonomi masyarakat,’ ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi telah menyusun empat pilar utama strategi investasi. Pilar pertama berfokus pada penguatan infrastruktur dan konektivitas, yang mencakup proyek strategis nasional seperti pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan kualitas jalur Bukittinggi-Payakumbuh. Pilar kedua menitikberatkan pada pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat distribusi komoditas unggulan. Pilar ketiga diarahkan pada pemanfaatan energi terbarukan, khususnya potensi panas bumi, sementara pilar keempat difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan ketangguhan kawasan, termasuk pengembangan Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengatakan, seluruh rencana tersebut merupakan bagian dari portofolio strategis daerah. ‘Ini bukan sekadar proyek. Ini portofolio strategis yang menjadi pengungkit ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang,’ tuturnya.

Dalam implementasinya, pemerintah memberikan perhatian khusus pada dua proyek prioritas, yakni pengembangan energi panas bumi dengan potensi mencapai 165 MWe serta kelanjutan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru sepanjang 255 kilometer. Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dipandang sebagai langkah krusial untuk men