www.domainesia.com
News

Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, Budi Gunawan Diganti

22
×

Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, Budi Gunawan Diganti

Sebarkan artikel ini
profil-urang-awak-yang-ditunjuk-prabowo-jadi-menkopolkam
Profil Urang Awak yang Ditunjuk Prabowo Jadi Menkopolkam

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada hari Rabu, 17 September 2025. Upacara pelantikan yang berlangsung di Istana Negara ini menandai transisi kepemimpinan dalam bidang yang krusial bagi stabilitas nasional.

Pelantikan Djamari Chaniago mengakhiri masa tugas Budi Gunawan sebagai Menko Polkam, sebuah jabatan yang memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Pergantian ini menjadi perhatian publik, mengingat dinamika politik dan keamanan yang terus berkembang.

Sebelum penunjukan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat ditunjuk sebagai pejabat sementara Menko Polkam. Penunjukan ini dilakukan menyusul reshuffle kabinet yang diumumkan pada Senin, 8 September 2025, menunjukkan respons cepat pemerintah dalam mengisi kekosongan jabatan strategis.

Djamari Chaniago, yang lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949, dikenal sebagai tokoh dengan latar belakang militer yang kuat. Sebagai putra tunggal dari pasangan Mochtar dan Djamilah, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bandung sebelum melanjutkan studinya di Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri).

Karier militer Djamari Chaniago dimulai pada tahun 1971 dengan pangkat Letnan Dua. Sebagian besar masa dinasnya dihabiskan di lingkungan Kostrad (Komando Strategis Angkatan Darat), sebuah pasukan elit yang memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Pengalaman ini membentuk fondasi yang kuat bagi pemahamannya tentang kompleksitas keamanan nasional.

Selama berkarir di militer, Djamari Chaniago menduduki berbagai posisi penting, termasuk Komandan Pleton Taruna Akabri dan Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak. Jabatan-jabatan ini tidak hanya mengasah kemampuan kepemimpinannya, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang dinamika keamanan nasional dari berbagai perspektif.

Pada tingkat perwira menengah, Djamari Chaniago pernah memimpin Kodim 0501/Jakarta Pusat sebelum kembali bertugas di Kostrad. Penugasan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengelola keamanan di wilayah ibu kota, yang memiliki karakteristik unik dan kompleks.

Pada tahun 1994, Djamari Chaniago meraih pangkat Brigadir Jenderal TNI dan menjabat sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad, kemudian Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad, dan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Siliwangi. Jabatan-jabatan ini mencerminkan kepercayaan negara terhadap kemampuan kepemimpinannya dalam menjaga keamanan wilayah yang strategis.

Setelah Reformasi 1998, Djamari Chaniago sempat menjabat sebagai Pangkostrad sebelum dipromosikan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Sebelum pensiun pada Maret 2004, ia menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Pengalaman ini memberikan pemahaman komprehensif tentang pengelolaan organisasi militer dan strategi pertahanan negara.

Dedikasi Djamari Chaniago selama 33 tahun di militer telah diakui dengan berbagai penghargaan. Setelah pensiun dari dinas militer, Djamari Chaniago melanjutkan karirnya di sektor swasta dengan menduduki posisi Komisaris Utama PT Semen Padang dan Komisaris PT Semen Indonesia. Pengalaman ini menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan mengelola perusahaan besar, serta adaptasinya terhadap tantangan di luar dunia militer.