Padang – Ribuan warga memadati Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang, Minggu (21/6/2026), dalam Aksi dan Deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Aksi tersebut diwarnai penandatanganan kain putih sepanjang satu kilometer oleh unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi simbol dukungan kolektif dalam menjaga lingkungan sosial yang aman dan sehat.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda. Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak kemenakan dan generasi penerus bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
“Ini adalah bentuk komitmen kita bersama. Kita tidak ingin ada satu pun anak kemenakan dan generasi penerus bangsa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, LGBT maupun berbagai pengaruh negatif lainnya. Menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, penguatan nilai adat, agama, etika, dan norma harus berjalan seiring dengan penegakan hukum agar lingkungan tetap aman dan bebas narkoba.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba, serta tetap berpegang pada nilai agama, adat, etika, dan norma dalam menjaga tatanan kehidupan bersama,” katanya.
Gatot juga mengajak keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk terus menanamkan nilai moral, disiplin, serta kepedulian sosial sejak dini. Ia meminta jajaran Polda Sumbar, Polres, Polsek, Bhabinkamtibmas, dan instansi terkait memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan masyarakat, termasuk pembentukan Kampung Bebas Narkoba.
“Saya berharap gerakan ini tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Sumatera Barat yang aman, sehat, dan bermartabat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Gatot menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan itu. Ia berharap komitmen bersama tersebut memberi manfaat luas bagi masyarakat dan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar menilai deklarasi itu sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan pengaruh negatif lainnya. Ia menyebut besarnya dukungan masyarakat menjadi dorongan untuk terus menjaga adat, agama, dan budaya di Sumatera Barat.
“Gerakan ini bukan hanya sekadar deklarasi, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi muda. Besarnya dukungan masyarakat hari ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai adat, agama, dan budaya di Sumatera Barat,” ujar Fauzi Bahar.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam melindungi generasi muda serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Sumatera Barat.







