www.domainesia.com
News

Tak Ada Ampun di KONI Sumbar: Waketum  Bisa Lengser Kapan Saja

87
×

Tak Ada Ampun di KONI Sumbar: Waketum  Bisa Lengser Kapan Saja

Sebarkan artikel ini
tak-ada-ampun-di-koni-sumbar:-waketum -bisa-lengser-kapan-saja
Tak Ada Ampun di KONI Sumbar: Waketum  Bisa Lengser Kapan Saja

Padang – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, menekankan pentingnya disiplin dan integritas dalam tubuh organisasi, serta mengingatkan seluruh jajaran pengurus KONI Sumbar bahwa tidak ada posisi yang terjamin, termasuk dirinya sendiri. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan prestasi olahraga di Sumatera Barat.

Hamdanus menegaskan bahwa jabatan di KONI bukanlah hak yang abadi, melainkan amanah yang dapat dicabut kapan saja jika pengurus terbukti tidak disiplin atau melanggar pakta integritas yang telah disepakati. Pernyataan ini mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam gaya kepemimpinan KONI Sumbar, di mana disiplin menjadi prioritas utama dan jabatan dianggap sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.

Dalam dialog yang disiarkan di Padang TV pada Senin (5/1/2026) mengenai kepengurusan KONI Sumbar, Hamdanus menyatakan dengan lugas bahwa tidak ada jaminan bagi siapapun untuk mempertahankan posisinya. “Tidak ada garansi untuk siapa pun. Wakil Ketua Umum bisa diberhentikan. Ketua Umum pun bisa. Saya sendiri juga tidak punya jaminan,” tegasnya.

Menurut Hamdanus, KONI Sumbar membutuhkan pengurus yang memiliki komitmen tinggi untuk bekerja keras dan menghormati nilai-nilai organisasi, bukan hanya sekadar mencari status atau kedudukan. Ia menekankan bahwa pakta integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh pengurus merupakan janji moral dan organisasi yang mengikat, bukan sekadar formalitas belaka. “Itu janji pemimpin. Kalau dilanggar, kita tanggung sendiri akibatnya. Secara organisasi, secara moral, bahkan secara nilai,” ujarnya.

Hamdanus mengingatkan bahwa jabatan di KONI Sumbar adalah amanah besar yang harus dijaga dengan baik. Ia juga menekankan bahwa banyak pihak lain yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk mengemban tanggung jawab tersebut. “Kalau sudah diberi jabatan, hormati jabatan itu. Hormati kepercayaan. Jangan anggap posisi ini aman,” katanya.

Dalam kepemimpinannya, Hamdanus menjadikan disiplin sebagai fondasi utama untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga Sumatera Barat. Ia meyakini bahwa tanpa disiplin, sistem pembinaan dan pengembangan olahraga akan mengalami kemunduran. “Saya tidak suka pengurus KONI yang tidak disiplin. Tidak ada gunanya,” ujarnya lugas.

Hamdanus bahkan berpendapat bahwa kekurangan dana masih dapat diatasi, namun hilangnya disiplin akan membawa kehancuran bagi organisasi. “Kalau uang kurang, masih bisa kita cari. Tapi kalau disiplin tidak ada, hancur semuanya. Tidak ada yang bisa dipegang,” tegasnya.

Meskipun KONI bukan merupakan institusi militer atau kepolisian, Hamdanus menegaskan bahwa standar disiplin yang tinggi tetap harus diterapkan. “Kita boleh bukan tentara, bukan polisi. Tapi soal disiplin, KONI tidak boleh kalah. Kalau tidak disiplin, olahraga tidak akan bangkit,” katanya.

KONI Sumbar, di bawah kepemimpinan Hamdanus, tidak akan ragu untuk melakukan evaluasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pengurus yang tidak siap bekerja atau mengabaikan komitmen bersama. “Kalau ada pengurus yang tidak siap, lebih baik berhenti. Organisasi ini tidak boleh tersandera oleh orang-orang yang tidak menghargai pakta integritas,” ujarnya.

Dengan ketegasan ini, Hamdanus berharap KONI Sumbar dapat menjadi organisasi olahraga yang bersih, disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada prestasi, bukan pada kepentingan pribadi atau kompromi jabatan.