www.domainesia.com
News

Tingkatkan Kualitas Sapi Potong, BPTU HPT Padang Mengatas Garap Potensi Chicory

38
×

Tingkatkan Kualitas Sapi Potong, BPTU HPT Padang Mengatas Garap Potensi Chicory

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota — Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Padang Mengatas terus mematangkan inovasi pakan guna menggenjot produktivitas sapi potong. Salah satu terobosan teranyar adalah pemanfaatan tanaman Chicory (Cichorium intybus) sebagai pakan tambahan untuk menyempurnakan kebutuhan nutrisi ternak.

Langkah ini diambil mengingat pakan merupakan faktor determinan dalam keberhasilan peternakan. Selama ini, ketergantungan pada hijauan konvensional seperti rumput lapangan seringkali belum mampu memenuhi standar nutrisi optimal, terutama terkait kebutuhan protein dan senyawa bioaktif.

Kepala BPTU HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menjelaskan bahwa introduksi pakan alternatif seperti Chicory adalah langkah strategis dalam manajemen ternak modern.

“Pengembangan sumber pakan bernilai nutrisi tinggi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan sapi potong secara optimal. Chicory menjadi alternatif potensial untuk melengkapi kebutuhan yang tidak terpenuhi oleh hijauan biasa,” ujar Farouk dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Kaya Senyawa Bioaktif

Secara teknis, Chicory dikenal memiliki tingkat kecernaan yang tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada kandungan nutrisi yang padat serta keberadaan senyawa alami yang mampu menjaga kesehatan saluran pencernaan ternak. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi pemanfaatan pakan oleh metabolisme sapi.

Dalam aplikasinya, Chicory diberikan sebagai suplemen yang dikombinasikan dengan pakan utama. Pemberian ransum yang presisi antara hijauan dan pakan tambahan ini krusial untuk memastikan pembentukan jaringan otot dan menjaga kondisi tubuh sapi tetap prima.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sapi di tingkat balai, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan usaha peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ujungnya, optimalisasi pakan ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional di sektor daging sapi. (rel)