Semarang – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus dipantau untuk memastikan proyek pendidikan itu selesai sesuai target dan siap dipakai saat mulai beroperasi. Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau langsung progres pembangunan pada Jumat (17/7/2026).
Zigo mengatakan pemantauan itu menjadi bagian dari tugas DPR RI dalam mengawal program pemerintah di sektor pendidikan. Menurut dia, peninjauan lapangan penting agar setiap tahapan pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Zigo usai berdiskusi dengan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR.
Sekolah Rakyat di Semarang merupakan bagian dari tahap kedua pembangunan di Jawa Tengah yang tersebar di 10 lokasi. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan konsep fasilitas yang terintegrasi.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung belajar, asrama siswa, ruang makan, rumah susun guru, masjid, dan sarana olahraga. Sekolah ini disiapkan menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selain mengecek bangunan, Zigo juga meninjau kegiatan belajar yang sudah dimulai sejak 13 Juli 2026. Saat ini, 263 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS dan mulai tinggal di asrama.
Zigo berharap seluruh fasilitas segera rampung agar para siswa dapat belajar dengan dukungan sarana yang memadai. Ia menegaskan pengawalan akan terus dilakukan supaya program itu berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata bagi pendidikan nasional.







