Payakumbuh – Kebakaran besar melanda Pasar Atas Kota Payakumbuh pada Selasa (26/8/2025) dini hari, mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Insiden ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk petugas pemadam kebakaran dari wilayah sekitar.
Peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIB, ketika api pertama kali terlihat berkobar di lantai dua pasar. Area ini diketahui sebagai pusat penjualan tekstil, yang menyebabkan api dengan cepat membesar dan meluas.
Kondisi ini diperparah dengan pemadaman listrik mendadak yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, menambah kepanikan di tengah masyarakat. Pemadaman tersebut kemudian diketahui sebagai imbas langsung dari kebakaran yang terjadi di Pasar Atas.
Seorang saksi mata melaporkan bahwa sebelum kobaran api membesar, terlihat adanya percikan listrik di area pasar.
Keberadaan material mudah terbakar seperti kain dan pakaian di kios-kios semakin mempercepat penyebaran api. Lily (36), seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan, “Bangunan atas itu rata-rata menjual tekstil, jadi api langsung cepat membesar.”
Kobaran api yang dahsyat mengubah suasana dini hari Kota Randang menjadi pemandangan yang mengerikan, dengan langit yang memerah dan asap tebal yang membubung tinggi. Warga sekitar dengan sigap berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka dari jilatan api.
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari berbagai daerah, termasuk Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, serta bantuan dari Kota Bukittinggi.
Petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk mengendalikan api dan mencegahnya merambat ke blok timur pasar yang dipisahkan oleh kanopi besar.
Akibat dari peristiwa ini, diperkirakan ratusan kios di lantai dua pasar ludes terbakar.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran serta perkiraan total kerugian yang ditimbulkan. Namun, dengan mayoritas kios yang terbakar merupakan milik pedagang tekstil, kerugian diperkirakan mencapai angka miliaran rupiah.







