News

BPTU-HPT Padang Mengatas Perkuat Kolaborasi Jaga Sapi Lokal

18
×

BPTU-HPT Padang Mengatas Perkuat Kolaborasi Jaga Sapi Lokal

Sebarkan artikel ini
kembangkan-sapi-lokal-sumatera-barat,-bptu-hpt-padang-mengatas-jalin-kerjasama-dengan-berbagai-pihak
Kembangkan Sapi Lokal Sumatera Barat, BPTU-HPT Padang Mengatas Jalin Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Limapuluh Kota – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas memperluas kerja sama untuk menjaga kelestarian sekaligus meningkatkan produktivitas sapi lokal Sumatera Barat, terutama Sapi Pesisir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya balai mengembangkan sumber daya genetik ternak lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menyebut sapi lokal Sumatera Barat memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kemampuan beradaptasi di lingkungan tropis, efisiensi memanfaatkan pakan lokal, hingga ketahanan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Menurut dia, potensi itu harus terus didorong lewat pembibitan yang terarah, penerapan teknologi peternakan, dan dukungan para pemangku kepentingan.

“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui program pembibitan yang terarah, penerapan teknologi peternakan, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya, Minggu (19/07/2026).

Untuk memperkuat program tersebut, BPTU-HPT Padang Mengatas menggandeng pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, kelompok peternak, dan mitra pembangunan lainnya. Kolaborasi ini mencakup pembibitan, konservasi sumber daya genetik, serta peningkatan mutu genetik ternak.

Kerja sama itu juga diarahkan pada pengembangan hijauan pakan ternak dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan. Di sisi lain, balai mendorong pemanfaatan teknologi reproduksi, penguatan sistem perbibitan nasional, dan perluasan akses peternak terhadap bibit unggul.

“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan produktivitas dan populasi sapi lokal Sumatera Barat dapat terus meningkat tanpa menghilangkan karakteristik genetik yang menjadi keunggulannya,” kata Farouk.

Selain menyentuh aspek teknis, kolaborasi ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman antarlembaga. Pendekatan itu dinilai dapat membentuk ekosistem peternakan yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, BPTU-HPT Padang Mengatas berkomitmen memperluas kolaborasi untuk mewujudkan pengembangan sapi lokal Sumatera Barat yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Farouk menegaskan, sapi lokal tidak hanya diharapkan menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menopang ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan peternak.

“Dengan dukungan seluruh pihak, sapi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” tutupnya.