Padang – Pemerintah Kota Padang memperbarui kerja sama sister city dengan Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman, melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (5/8/2026). Kesepakatan ini menegaskan perluasan kolaborasi kedua kota di bidang lingkungan, pariwisata, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan dilakukan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aia Pacah. Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, jajaran kepala OPD, perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), delegasi Hildesheim, dan tamu undangan lainnya.
Fadly menyebut hubungan Padang dan Hildesheim telah terjalin sejak 1988. Menurut dia, kemitraan itu tumbuh di atas semangat saling menghormati, saling belajar, dan visi bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, kerja sama lima tahun ke depan akan difokuskan pada dua program utama. Program pertama adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi bantaran sungai, dan pemulihan fungsi ekologis.
Program kedua menyasar pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan berbasis potensi alam dan budaya Minangkabau dengan konsep rendah karbon. Di saat yang sama, Pemkot Padang membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Bentuknya mencakup pertukaran pelajar, magang vokasi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, pengembangan kompetensi tenaga keperawatan, hingga pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan. Fadly menilai pengalaman Jerman dalam pengelolaan air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan untuk kebutuhan Padang saat ini.
“Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini,” katanya. Ia menambahkan, dukungan GIZ akan memperkuat alih teknologi, kapasitas kelembagaan, dan penerapan program lingkungan.
Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Padang dalam kunjungannya ke ibu kota Sumatera Barat itu. Ia berharap hubungan kedua kota semakin erat melalui program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Ingo.
Punjul Setya Nugraha menegaskan Kementerian Luar Negeri RI akan terus mendukung implementasi kerja sama tersebut. Ia berharap kemitraan Padang-Hildesheim bisa menjadi contoh kerja sama antarkota antara Indonesia dan Jerman.
“Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Punjul.





