News

ITB Latih Mahasiswa UNAND Bangun Hunian Kayu-Bambu

18
×

ITB Latih Mahasiswa UNAND Bangun Hunian Kayu-Bambu

Sebarkan artikel ini
pakar-bambu-itb-latih-mahasiswa-unand-bangun-huntap-di-suasso-hill-gunung-nago
Pakar Bambu ITB Latih Mahasiswa UNAND Bangun Huntap di Suasso Hill Gunung Nago

Padang – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) menuntaskan Summer Camp 2026 melalui rangkaian praktik lapangan yang berlangsung pada 2-8 Agustus 2026. Kegiatan ini menekankan pengalaman langsung mahasiswa di lapangan, mulai dari konstruksi bambu hingga pengenalan bangunan bersejarah.

Agenda utama dipusatkan di Suasso Hill, Gunung Nago, lalu berlanjut ke instalasi Huntap di Desa Guo dalam kerja kolaborasi pengabdian masyarakat Fakultas Teknik-ITB. Rangkaian kegiatan ditutup dengan field trip ke Koto Gadang untuk mempelajari bangunan lama peninggalan Belanda.

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah Workshop Bangunan Bambu dan Huntap Rumah Kayu. Pimpinan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Is Prima Nanda, ST, MT, ikut memantau langsung jalannya kegiatan tersebut.

Ketua Program Studi Arsitektur FT UNAND, Ir. Ahmad Junaidi, MT, M.Eng.Sc, mengatakan seluruh rangkaian berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari peserta. Menurut dia, program ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan lapangan.

Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNAND, Prof. Ir. Is Prima Nanda. Sejumlah tokoh akademik dan mitra kegiatan juga hadir, di antaranya Ketua Program Studi Arsitektur ITB Dr. Ing. Andry Widyowijatnoko, ST, MT, Ketua Senat Akademik UNAND, Dekan Fakultas Pertanian, Ketua Panitia Dr. Eng. Sri Rahma A. M.Ars, para dosen Arsitektur FT UNAND, sponsor owner Suasso Hill Ir. Eddy Chatib, serta Manager Suasso Hill Muhammad Faruq.

Ahmad Junaidi menyebut mahasiswa mengikuti workshop dengan semangat tinggi. “Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari mahasiswa Arsitektur, dosen pembimbing, serta narasumber Pakar Kayu dan Bambu Internasional dari ITB Dr. Ing. Andry Widyowijatnoko sebagai wujud komitmen bersama dalam mengembangkan wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang konstruksi bambu dan kayu secara aplikatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pilihan material bambu dan kayu tidak lepas dari potensi lokal Sumatera Barat yang melimpah. Material itu juga dinilai relevan dengan kebutuhan arsitektur berkelanjutan dan bangunan tanggap bencana.

Dalam workshop Huntap atau Hunian Tetap Rumah Kayu, mahasiswa turun langsung merancang dan membangun struktur yang efisien, kokoh, dan ramah lingkungan. Mereka mengikuti tahapan mulai dari pengenalan karakter material, teknik sambungan tradisional dan modern, hingga proses ereksi struktur di lapangan.

Dekan FT UNAND, Prof. Is Prima Nanda, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada owner sponsor Suasso Hill dan Ketua Kelompok Peduli Sungai Desa Guo, Mikrizal ST.

Summer Camp 2026 diharapkan menjadi agenda rutin untuk memperkuat kompetensi mahasiswa Arsitektur UNAND. Program ini tak hanya menekankan teori, tetapi juga kemampuan praktik konstruksi di lapangan.