Padang – Hj. Maizarnis, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Je, baru-baru ini menerima penghargaan internasional atas kontribusinya yang signifikan dalam berbagai bidang. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi dan dampak positif yang telah diberikannya kepada masyarakat luas.
Sebagai Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah dan pendiri Universitas Baiturrahmah, Sumatera Barat, Ibu Je dianugerahi penghargaan Inspirational Woman Icon in Education pada ajang World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA) 2025. Acara penyerahan penghargaan berlangsung meriah di Selangor, Malaysia, pada Senin malam (25/8/2025).
Penghargaan ini menyoroti peran Ibu Je sebagai tokoh Bundo Kanduang yang inspiratif di era Generasi Z. Beliau telah berhasil mengembangkan Universitas Baiturrahmah hingga memiliki 12 program studi, termasuk dua program studi unggulan, yaitu Fakultas Kedokteran Umum dan Fakultas Kedokteran Gigi. Dedikasi Ibu Je dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di Sumatera Barat, telah diakui secara internasional.
Selain perannya dalam pengembangan Universitas Baiturrahmah, Ibu Je juga dikenal atas totalitas dan komitmennya terhadap kemajuan RSI Sitti Rahmah sejak awal pendiriannya. Beliau tidak segan turun langsung mengerjakan berbagai tugas, menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap institusi tersebut.
Acara penghargaan WITA 2025 yang diselenggarakan di Hotel Sunway Resort, Selangor, Malaysia, dihadiri oleh sekitar 500 undangan. Rangkaian acara WITA 2025 meliputi World Islamic Tourism & Trade Expo (WITEX 2025) dan World Cultural & Arts Festival (WCAF 2025), yang kemudian ditutup dengan sesi penghargaan World Islamic Tourism & Trade Awards (WITA 2025).
Ketua Penyelenggara WITA 2025, Dr. Izyan Diyana, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada individu, perusahaan swasta, maupun instansi pemerintah yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan pariwisata dan perdagangan Islam. Hj. Maizarnis menjadi salah satu penerima penghargaan atas ketokohannya yang mampu menginspirasi banyak orang.
Dr. Izyan Diyana menambahkan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan sejahtera bagi sektor pariwisata dan perdagangan Islam. “Penghargaan ini bukan sekedar pujian tapi mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan sejahtera bagi pariwisata dan perdagangan Islam,” ujarnya.







