Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan mengoptimalkan peran koperasi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penguatan Koperasi Merah Putih (KMP), yang diharapkan menjadi simbol semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.
Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi tengah merancang serangkaian strategi untuk mewujudkan program tersebut. Fokus utama adalah program inkubasi koperasi yang dirancang sebagai proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan koperasi, khususnya bagi koperasi yang baru berdiri atau sedang berupaya mencapai kemandirian.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mihandrik, menegaskan bahwa inkubasi koperasi merupakan pendekatan serius untuk memastikan pertumbuhan dan daya saing koperasi. Mihandrik mengatakan, inkubasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya sungguh-sungguh untuk memastikan koperasi tumbuh dan berdaya saing. “Kami tidak ingin koperasi hanya formalitas. Inkubasi ini adalah pendekatan serius untuk memastikan koperasi benar-benar tumbuh dan berdaya saing,” ujar Mihandrik.
Mihandrik menjelaskan lima pilar utama dalam proses inkubasi koperasi yang sedang diterapkan. Pilar pertama adalah fasilitasi, di mana pemerintah menyediakan sarana dan prasarana penting seperti ruang kerja, akses teknologi, dan perlengkapan pendukung lainnya bagi koperasi binaan. Pilar kedua adalah pendampingan, yang memberikan bimbingan langsung dari para ahli di bidang manajemen, keuangan, pemasaran, hingga pengembangan produk. Pilar ketiga adalah pelatihan, yang diberikan secara rutin untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota koperasi agar mampu mengelola usaha secara profesional. Pilar keempat adalah akses ke sumber daya, yang menjembatani koperasi dengan berbagai sumber pendanaan, jaringan pasar, serta mitra strategis. Pilar kelima adalah pengembangan produk, yang mendorong koperasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal maupun nasional.
Program inkubasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Selain memberikan dampak langsung kepada anggota koperasi, langkah ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan koperasi sebagai kendaraan utama dalam menyejahterakan masyarakat. Mihandrik menambahkan bahwa semangat Bung Hatta yang lahir di Bukittinggi menjadi inspirasi untuk menjadikan kota ini sebagai contoh sukses pengelolaan koperasi modern di Indonesia. Mihandrik menambahkan, “Dengan semangat Bung Hatta yang lahir di sini, kami ingin Bukittinggi menjadi contoh sukses pengelolaan koperasi modern di Indonesia.”
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, KMP diharapkan tidak hanya menjadi simbol semangat gotong royong, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal di era pemerintahan yang baru. Pengembangan KMP juga dipandang sebagai perwujudan cita-cita Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, serta strategi konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi masyarakat.







