www.domainesia.com
News

Septri Cetak Sejarah di AKF, Hamdanus-Dipo: SDM Olahraga Sumbar Siap Mendunia

84
×

Septri Cetak Sejarah di AKF, Hamdanus-Dipo: SDM Olahraga Sumbar Siap Mendunia

Sebarkan artikel ini
septri-cetak-sejarah-di-akf,-hamdanus-dipo:-sdm-olahraga-sumbar-siap-mendunia
Septri Cetak Sejarah di AKF, Hamdanus-Dipo: SDM Olahraga Sumbar Siap Mendunia

Padang – Dunia olahraga Sumatera Barat kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan pengukuhan Septri, S.Si., M.Pd., seorang dosen dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), sebagai wasit Asian Karate-do Federation (AKF). Pengukuhan ini merupakan buah dari keberhasilan Septri dalam melewati serangkaian ujian ketat yang diselenggarakan di Colombo, Sri Lanka, pada tanggal 2 hingga 4 Juli 2025.

Keberhasilan Septri ini menjadi momentum penting bagi Sumatera Barat, khususnya dalam menyoroti potensi sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan individu, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan olahraga di daerah tersebut. Tokoh olahraga Sumbar, Hamdanus, yang juga merupakan calon Ketua KONI Sumbar, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan Septri adalah representasi dari potensi besar yang dimiliki Sumbar di berbagai cabang olahraga, termasuk wasit dan pelatih.

Hamdanus menekankan bahwa keberhasilan Septri adalah simbol dari potensi besar olahraga Sumbar yang perlu dikelola dengan baik. “Septri adalah simbol. Simbol bahwa jika dikelola dengan benar, olahraga Sumbar bisa menjadi kekuatan besar. Ia menembus batas Asia dengan integritas, kompetensi, dan kerja keras – tiga kunci yang wajib dimiliki insan olahraga,” ujarnya.

Dipo, yang digadang-gadang akan mendampingi Hamdanus sebagai Sekretaris KONI Sumbar, turut menyampaikan apresiasinya. Dipo menilai Septri sebagai perwujudan SDM unggul yang menjunjung tinggi etika. “Sebagai akademisi dan praktisi, Septri membawa dua kekuatan sekaligus: keilmuan dan pengalaman lapangan. Inilah yang kami sebut SDM unggul dan beretika – nilai-nilai yang menjadi fondasi pembaruan KONI ke depan,” tegas Dipo.

Lebih lanjut, Dipo menambahkan bahwa prestasi Septri akan menjadi acuan penting dalam merancang program pengembangan SDM olahraga, terutama jika duet Hamdanus-Dipo dipercaya untuk memimpin KONI Sumbar. Ia menyoroti pentingnya investasi dalam pelatihan, sertifikasi, dan eksposur internasional bagi para pelaku olahraga. “Kami tidak mau KONI hanya jadi ‘event organizer’. KONI harus jadi pusat akselerasi prestasi dan pusat pengembangan SDM. Capaian Septri membuktikan pentingnya investasi di bidang pelatihan, sertifikasi, dan exposure internasional,” imbuh Dipo.

Hamdanus dan Dipo sepakat bahwa kemajuan olahraga tidak hanya bergantung pada atlet, tetapi juga pada kualitas wasit dan pelatih. Oleh karena itu, mereka berencana untuk mendorong program sertifikasi dan memberikan insentif bagi para pelatih dan wasit berprestasi. Hamdanus menjelaskan, “Tanpa wasit yang cakap, pertandingan kehilangan nilai objektivitas. Tanpa pelatih berkualitas, atlet kehilangan arah. Maka dari itu, kami akan mendorong program sertifikasi dan insentif untuk para pelatih dan wasit yang menunjukkan prestasi, baik lokal maupun internasional.”

Septri, yang juga aktif sebagai dosen di FIK UNP, dinilai berhasil membuktikan bahwa dunia akademik dan praktik dapat berjalan beriringan. Dipo bahkan menyebut Septri sebagai contoh yang patut diteladani. “Septri adalah role model. Di tangannya, teori bertemu praktik. Ia membuktikan bahwa dosen bisa berkiprah secara global tanpa harus meninggalkan tanggung jawab akademiknya,” ujar Dipo.

Hamdanus dan Dipo berkomitmen untuk memastikan bahwa capaian seperti ini tidak hanya menjadi kejadian sporadis. Hamdanus menyatakan bahwa pihaknya akan membangun sistem yang mendorong lebih banyak insan olahraga Sumbar untuk bersaing di kancah internasional. “Kita akan buat sistem. Akan kita dorong lebih banyak dosen, pelatih, wasit, dan pembina olahraga Sumbar untuk tampil dan bersaing di panggung internasional. Kita siapkan fasilitas, kita bantu administratif, dan kita beri pengakuan yang setimpal,” kata Hamdanus.

Dengan semangat perubahan, Hamdanus dan Dipo bertekad untuk membangun KONI Sumbar yang kolaboratif, inklusif, dan berprestasi di semua lini. Mereka menutup pernyataan dengan optimisme, “Kami datang bukan membawa janji kosong. Kami datang dengan semangat kolaborasi, niat penguatan sistem, dan penghormatan terhadap kerja keras insan olahraga. Septri sudah memulai, kita tinggal memastikan banyak yang menyusul,” tutup mereka.