www.domainesia.com
News

Di Usia 55 Tahun, Kota Solok Menapaki Jalan Baru Layanan Kesehatan Digital

47
×

Di Usia 55 Tahun, Kota Solok Menapaki Jalan Baru Layanan Kesehatan Digital

Sebarkan artikel ini
di-usia-55-tahun,-kota-solok-menapaki-jalan-baru-layanan-kesehatan-digital
Di Usia 55 Tahun, Kota Solok Menapaki Jalan Baru Layanan Kesehatan Digital

Solok – Pemerintah Kota Solok terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan melalui digitalisasi, sebagai persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-55 Kota Solok pada tahun 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah pengembangan sistem pelayanan terintegrasi berbasis digital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serambi Madinah.

Peningkatan fasilitas publik, termasuk pembangunan RSUD Serambi Madinah dan Stadion Marahadin di Kelurahan Laing, merupakan bagian dari strategi untuk memacu pertumbuhan di berbagai sektor. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari pembangunan ini, terutama dalam peningkatan layanan kesehatan yang lebih efisien dan terjangkau.

Manajemen RSUD Serambi Madinah saat ini tengah mengembangkan penggunaan perangkat lunak Khanza sebagai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), meskipun rincian implementasinya belum diumumkan secara detail. Inisiatif ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Solok di berbagai sektor pelayanan publik.

Direktur RSUD Serambi Madinah, Dessy Syafril, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. “Kami terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2025). Komitmen ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung layanan rumah sakit.

Sebagai bagian dari jaringan fasilitas kesehatan di Indonesia, RSUD Serambi Madinah juga diarahkan untuk mengintegrasikan layanannya dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan. Integrasi ini memungkinkan data rekam medis pasien diakses secara nasional, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.

Selain pengembangan sistem digital, RSUD Serambi Madinah juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi, termasuk penyediaan fasilitas air siap minum di lingkungan rumah sakit sebagai bentuk modernisasi sarana pendukung.

Dalam hal layanan administrasi, pasien peserta BPJS Kesehatan kini dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui aplikasi Mobile JKN, sementara pasien umum dapat mendaftar secara online melalui website resmi RSUD Serambi Madinah. Dessy Syafril menjelaskan bahwa aplikasi ini memungkinkan pasien mendaftar rawat jalan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit, sehingga mengurangi antrean dan memungkinkan pasien datang sesuai jadwal. “Melalui aplikasi tersebut, pasien bisa mendaftar rawat jalan tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Ini membantu mengurangi antrean dan memungkinkan pasien datang sesuai jadwal,” ujarnya.

Selain pendaftaran online, pasien juga dapat mengakses jadwal praktik dokter serta memperoleh informasi terkini terkait ketersediaan ruang rawat inap. Sistem ini dinilai meningkatkan efisiensi layanan dan menjamin kenyamanan pasien.

RSUD Serambi Madinah menyediakan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, rawat jalan umum, serta berbagai layanan spesialis, seperti penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, bedah, paru, dan gigi. Rumah sakit ini juga dilengkapi dengan fasilitas ICU, PICU/NICU, radiologi, laboratorium, kamar operasi, hingga layanan ambulans.

Pemerintah Kota Solok, melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD, secara aktif mengimplementasikan layanan kesehatan berbasis digital yang diklaim ramah, mudah diakses, dan profesional. Upaya ini merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menekankan pentingnya pengembangan aplikasi dan layanan digital di RSUD Serambi Madinah agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung efisiensi serta efektivitas kerja antar perangkat daerah. Menurutnya, digitalisasi pelayanan publik bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dalam menciptakan layanan yang modern dan responsif. “Aplikasi yang dikembangkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kemudahan akses informasi maupun peningkatan kualitas pelayanan. Integrasi antar sistem juga menjadi prioritas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan aplikasi dari pemerintah pusat,” katanya.

Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Digitalisasi layanan RSUD Serambi Madinah ditetapkan sebagai salah satu program unggulan daerah, yang membuktikan keseriusan Pemerintah Kota Solok dalam memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien, transparan, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.