News

DP3AP2KB Sumbar Gandeng Pemuka Agama Percepat Cegah Stunting

2
×

DP3AP2KB Sumbar Gandeng Pemuka Agama Percepat Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
ceting-kagama,-strategi-dp3ap2kb-sumbar-cegah-stunting-lewat-peran-pemuka-agama
Ceting Kagama, Strategi DP3AP2KB Sumbar Cegah Stunting Lewat Peran Pemuka Agama

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mendorong percepatan penurunan stunting dengan mengandalkan peran pemuka agama lewat program Ceting Kagama atau Pencegahan Stunting melalui Peran Pemuka Agama.

Program ini menempatkan tokoh agama sebagai garda depan edukasi masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi serta kesehatan ibu dan anak.

Kepala DP3AP2KB Sumbar, Herlin Sridiani, menyebut stunting bukan hanya persoalan kesehatan. Menurut dia, kondisi itu juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi bangsa.

“Pemuka agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan keagamaan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Herlin menjelaskan, Ceting Kagama memiliki landasan hukum yang kuat. Dasarnya antara lain Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, dan Perda Sumbar Nomor 18 Tahun 2018.

Melalui program itu, para pemuka agama didorong menyampaikan edukasi tentang pentingnya gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ASI eksklusif, pola hidup bersih, serta kesehatan ibu dan anak. Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan keagamaan, bimbingan pranikah, majelis taklim, sekolah minggu, hingga organisasi kepemudaan di rumah ibadah.

Menurut Herlin, pendekatan berbasis nilai agama membuat pesan pencegahan stunting lebih mudah diterima masyarakat. Ia menilai ajaran agama mengajarkan pentingnya melahirkan generasi sehat, menjaga amanah kesehatan anak, serta memberikan makanan yang halal, bergizi, dan bersih.

“Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama. Melalui pendekatan keagamaan, masyarakat diharapkan memahami bahwa stunting bukan takdir, melainkan kondisi yang dapat dicegah dengan ikhtiar, pemenuhan gizi, dan pola pengasuhan yang baik,” katanya.

DP3AP2KB Sumbar juga menargetkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk rutin membawa balita ke Posyandu. Keluarga pun diminta lebih memperhatikan kebutuhan gizi, kesehatan ibu hamil, dan tumbuh kembang anak.

Kolaborasi tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, pemerintah daerah, dan pemuka agama diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Sumatera Barat.

Melalui Ceting Kagama, Pemprov Sumbar berharap lahir gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Program ini juga memperkuat sinergi antara sektor kesehatan, keluarga, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul.