www.domainesia.com
News

DPRD Payakumbuh Dukung Penuh Ekonomi Kreatif, Lestarikan Adat Lewat Lomba

11
×

DPRD Payakumbuh Dukung Penuh Ekonomi Kreatif, Lestarikan Adat Lewat Lomba

Sebarkan artikel ini
anggota-dprd-kota-payakumbuh-boy-sandi,-apresiasi-lomba-baju-kuruang-basiba-modifikasi
Anggota DPRD Kota Payakumbuh Boy Sandi, Apresiasi Lomba Baju Kuruang Basiba Modifikasi

Payakumbuh – Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Boy Sandi, menegaskan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki dampak positif yang luas serta berperan penting dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

Dukungan tersebut secara khusus disampaikan saat Boy Sandi memberikan sambutan pada Lomba Baju Kuruang Basiba Modifikasi bertema “Rupo Nan Babana”. Lomba ini merupakan bagian dari Payakumbuh Creative Festival 2025 yang diselenggarakan di Lubuak Simato Convention Center, Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat. Acara yang berlangsung selama dua hari ini berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Barat.

Politisi muda dari Partai Golkar ini tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan anggaran bagi kegiatan atau ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Boy Sandi mengatakan, “Payakumbuh Creative Festival tahun 2025 merupakan kegiatan yang luar biasa, mudahan Pemko terus dorong kegiatan kreatif ini. Kita sebagai anggota DPRD sangat support. Kegiatan positif ini bisa tingkatkan ekonomi kreatif masyarakat kita.” Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Insyaallah kita siap dukung dari segi anggaran di DPRD, sebab kegiatan ini juga bagian dari pelestarian adat dan budaya Minangkabau,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen terhadap pelestarian budaya di Kota Payakumbuh. Yunida Fatwa menyoroti bahwa penggunaan baju kuruang basiba telah lama diterapkan di kalangan ASN dan peserta didik di Kota Payakumbuh. “Untuk seluruh ASN dan peserta didik yang ada di Kota Payakumbuh, pada hari-hari tertentu telah menggunakan baju kuruang basiba dan guntiang cino,” ucapnya. Yunida Fatwa juga menambahkan bahwa UMKM kecil, menengah, dan besar di Payakumbuh telah tergabung dalam Payakumbuh Kreatif, dan pihaknya memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari salah seorang orang tua peserta lomba, Eliza. Ia menilai bahwa lomba ini sangat bermanfaat bagi generasi muda karena dapat menanamkan kecintaan terhadap budaya Minangkabau melalui pakaian tradisional seperti baju kuruang basiba dan baju guntiang cino. Eliza menuturkan, “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi generasi muda, karena dapat terus mengajarkan cinta akan budaya minangkabau dengan berpakaian baju kuruang basiba dan baju guntiang cino.” Ia juga menambahkan bahwa anak-anak di Payakumbuh telah mengenakan baju kuruang basiba dan baju guntiang cino di sekolah setiap hari Kamis. “Dalam kesehariannya para anak-anak juga telah memakai baju kuruang basiba dan baju guntiang cino di sekolah pada hari Kamis,” tutupnya.