Padang – Minat calon murid terhadap SD Pertiwi 2 dan SD Pertiwi 3 Kota Padang pada Tahun Ajaran 2026/2027 melonjak tajam. Kedua sekolah ini bahkan menerima pendaftar jauh melebihi kuota yang tersedia.
Di SD Pertiwi 2, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 150 orang, padahal daya tampung sekolah hanya 84 siswa untuk tiga rombongan belajar. Kepala SD Pertiwi 2 Padang, Ikang Fauzi, mengatakan seluruh rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah rampung dan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 13 Juli 2026.
“Kegiatan SPMB sudah selesai. Insyaallah anak-anak yang baru sudah siap untuk sekolah secara fisik pada 13 Juli 2026,” kata Ikang, Selasa (30/6/2026).
Ikang menjelaskan, pihak sekolah membuka pendaftaran lebih awal dari jadwal dinas pendidikan karena tingginya minat calon siswa, mulai dari jalur saudara kandung, lulusan TK Yayasan Pertiwi, hingga masyarakat umum. Ia menilai, konsistensi prestasi sekolah di bidang akademik dan nonakademik menjadi alasan utama orang tua memilih SD Pertiwi 2.
Dalam waktu dekat, siswa SD Pertiwi 2 juga mencatat prestasi dengan meraih Juara II Perbasi Sumatera Barat dan Juara II Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) pada cabang solo song.
Kondisi serupa terjadi di SD Pertiwi 3. Sekolah ini sudah membuka pendaftaran sejak Desember 2025 dan menerima 112 pendaftar, sementara kuota yang disediakan hanya 56 siswa.
Plt. Kepala SD Pertiwi 3 Padang, Sri Guslaini, mengatakan sekolah hanya bisa menerima 56 anak, dengan pembagian 28 siswa di tiap kelas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami menerima 56 orang dengan jumlah 28 siswa per kelas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sri.
Sri menuturkan, prestasi siswa di bidang olahraga, seni, literasi, hingga kepramukaan menjadi daya tarik kuat bagi para orang tua. SD Pertiwi 3 juga mencatat prestasi dengan meraih Juara I Perbasi tingkat Provinsi Sumatera Barat dan menorehkan capaian di tingkat nasional.
Tak hanya itu, sekolah tersebut juga menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja pada 2025 sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan kualitas pendidikan.







