Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi salah satu narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dalam forum tersebut, ia memaparkan strategi dan upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” ini, menjadi wadah penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta FKUB seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dari Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota Padang, pada hari Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Fadly Amran menekankan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar esensial dalam pembangunan Kota Padang. Ia menjelaskan bahwa Kota Padang telah tumbuh menjadi kota multikultural sejak lama, melalui proses historis dan kultural yang panjang.
Fadly Amran menjelaskan, keberagaman di Kota Padang telah terjalin secara historis dan kultural. “Keberagaman di Kota Padang terjalin secara historis dan kultural. Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan dan bergotong royong membangun kota,” ungkap Wali Kota Padang Fadly Amran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wajah multikultural Kota Padang telah terbentuk sejak abad ke-17, seiring dengan perkembangan kota sebagai pelabuhan. Berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Fadly Amran juga memaparkan berbagai praktik konkret yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Padang bersama dengan FKUB dalam upaya memperkuat kerukunan umat beragama. Upaya-upaya tersebut meliputi peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama dalam menyambut bulan Ramadan, aksi sosial yang melibatkan lintas suku dan agama, serta pembinaan kerohanian bagi pelajar dari berbagai latar belakang keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran juga berbagi pengalaman mengenai penanganan konflik sosial yang pernah terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Ia menjelaskan bahwa konflik tersebut berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis, kolaboratif, serta musyawarah yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan, kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik. “Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam meredam konflik dan membangun kembali harmoni sosial,” jelas Wali Kota Padang Fadly Amran.







