Padang – Pemerintah Kota Padang meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi menjelang bulan Ramadan. Langkah antisipatif ini diambil menyusul insiden yang menimpa lima mahasiswa yang sempat terjebak di aliran Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, pada Senin (16/2/2026) akibat luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba.
Sebagai respons cepat terhadap kejadian tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta tim penyelamat gabungan untuk segera melakukan evakuasi terhadap para mahasiswa yang terdampak. Instruksi ini dikeluarkan setelah Wali Kota menerima laporan langsung dari Camat Koto Tangah mengenai situasi darurat yang terjadi.
Wali Kota Fadly Amran menjelaskan bahwa laporan yang diterimanya dari Camat Koto Tangah langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan BPBD dan Basarnas ke lokasi kejadian untuk melaksanakan evakuasi secepat mungkin. “Kita mendapatkan laporan dari Camat Koto Tangah, dan saat ini BPBD bersama Basarnas sudah menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Insya Allah berjalan lancar,” ujarnya.
Selain melibatkan BPBD Kota Padang, Pemerintah Kota juga menjalin koordinasi intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mempercepat proses penyelamatan dan memastikan keselamatan seluruh mahasiswa yang terdampak.
Wali Kota Fadly Amran juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Informasi dari BMKG wilayah Kota Padang berpotensi hujan sedang hingga lebat. Jadi kami minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya yang berada di wilayah sekitar aliran sungai,” tambahnya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu dan keluarga.
Sementara itu, Penjabat Sekda Kota Padang Raju Minropa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir potensi dampak bencana, terutama dalam menyambut bulan Ramadan yang akan datang. “Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita mempedomani informasi BMKG tentang peringatan dini cuaca. Terdapat potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang,” ujarnya, menjelaskan bahwa informasi dari BMKG menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Raju Minropa menambahkan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), telah diinstruksikan untuk merapikan dan memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang akibat angin kencang. BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga diminta untuk bersiaga penuh sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi, memastikan respons cepat dan efektif jika terjadi situasi darurat.







