www.domainesia.com
News

Gubernur Apresiasi Gotong Royong Warga Talang Bangun Huntara dan Surau Pasca Bencana

98
×

Gubernur Apresiasi Gotong Royong Warga Talang Bangun Huntara dan Surau Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
gubernur-beri-apresiasi,-warga-kampung-talang-goro-bangun-huntara-dan-surau
Gubernur beri Apresiasi, Warga Kampung Talang Goro Bangun Huntara dan Surau

Padang – Pasca bencana banjir bandang yang melanda Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada akhir November 2025, masyarakat setempat menunjukkan inisiatif gotong royong yang diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap pembangunan hunian sementara (huntara) dan sarana ibadah yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif warga Kampung Talang dalam membangun kembali kehidupan mereka pascabencana. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat melalui pembangunan huntara dan sarana ibadah secara mandiri.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Surau Bambu Talang yang berlokasi di area huntara Kampung Talang pada hari Senin (19/1/2026). Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi secara langsung atas inisiatif masyarakat dalam membangun huntara dengan memanfaatkan material kayu dan asbes, serta mendirikan surau dengan bambu yang berasal dari lingkungan sekitar. Menurutnya, hal ini merupakan wujud pemulihan yang mengedepankan kebersamaan, kemandirian, dan kearifan lokal.

Mahyeldi mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas peran aktif warga Kampung Talang dalam proses pembangunan huntara. Ia menyoroti kolaborasi yang terjalin antara warga, TNI, relawan dari berbagai lembaga, serta mahasiswa, sebagai cerminan semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat. “Kami sangat bangga dan bersyukur. Warga Kampung Talang berperan aktif dalam proses pembangunan huntara, bekerja sama dengan TNI, relawan dari berbagai lembaga, serta mahasiswa. Ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat kita,” ujar Mahyeldi.

Huntara mandiri yang dibangun di atas lahan seluas sekitar tiga hektare di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, memiliki kapasitas untuk menampung 10 kepala keluarga yang terdampak banjir bandang. Mahyeldi juga menyoroti pembangunan surau dengan material bambu sebagai simbol adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sekitar, sekaligus mencerminkan nilai budaya lokal yang kuat. “Penggunaan bambu pada surau ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam proses pemulihan pascabencana. Selain ramah lingkungan, juga menyatu dengan kondisi alam setempat,” ujarnya.

Khalid Syaifullah, perwakilan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Bias, menjelaskan bahwa pembangunan Huntara Mandiri dan Surau Bambu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang dilandasi kepedulian kemanusiaan. Ia menuturkan bahwa pihaknya bersama warga, TNI, mahasiswa, dan relawan berupaya menghadirkan hunian sementara yang layak, sekaligus sarana ibadah yang memiliki nilai sosial dan budaya. “Kami bersama warga, TNI, mahasiswa, dan relawan berupaya menghadirkan hunian sementara yang layak, sekaligus sarana ibadah yang memiliki nilai sosial dan budaya. Semoga keberadaan huntara ini memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga terdampak,” ujar Khalid.

Lebih lanjut, Khalid menjelaskan alasan pemilihan bambu sebagai material utama Surau Bambu Talang. Menurutnya, sebagian besar bambu yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar lokasi. “Karena menggunakan bambu dari sekitar kawasan, surau ini kami beri nama Surau Bambu Talang,” terangnya.

Diharapkan, keberadaan huntara dan Surau Bambu Talang tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kembali kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat pascabencana. Acara peletakan batu pertama pembangunan Surau Bambu Talang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Kepala Biro Kesra Provinsi Sumbar, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto, Babinsa Pauh, tokoh masyarakat setempat, serta para penghuni Huntara Kampung Talang.