www.domainesia.com
News

Gubernur Buka Seleksi PHD 2026: 38 Peserta Bersaing Jadi Petugas Haji

106
×

Gubernur Buka Seleksi PHD 2026: 38 Peserta Bersaing Jadi Petugas Haji

Sebarkan artikel ini
38-peserta-berebut-kuota-21-petugas-haji-daerah-sumbar
38 Peserta Berebut Kuota 21 Petugas Haji Daerah Sumbar

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tengah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji melalui seleksi ketat Petugas Haji Daerah (PHD). Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka seleksi PHD Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pembukaan acara ini dilangsungkan di Auditorium Gubernuran pada Kamis (22/1/2026).

Sebanyak 38 peserta berkompetisi dalam seleksi PHD tahun ini, dengan tujuan mengisi kuota 21 petugas yang dibutuhkan. Seluruh rangkaian seleksi akan dituntaskan dalam satu hari, dan hasilnya akan diumumkan setelah semua tahapan seleksi selesai dilaksanakan.

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menyoroti urgensi seleksi PHD sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa usulan calon PHD diajukan oleh kepala daerah kepada Kementerian Haji dan Umrah RI untuk mengikuti proses seleksi. Menurutnya, mekanisme ini mencerminkan prinsip keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan ibadah haji. Diharapkan, petugas yang terpilih memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan yang memadai dalam melayani jemaah haji.

Selain itu, Mahyeldi mengingatkan para peserta seleksi mengenai tanggung jawab besar yang diemban oleh Petugas Haji Daerah. “Petugas Haji Daerah mengemban amanah besar, tidak hanya mendampingi secara teknis para jemaah tetapi juga melayaninya. Ikutilah proses seleksi ini dengan penuh kejujuran dan niat ikhlas, jangan hanya diniatkan karena semata-mata ingin medapatkan penugasan,” tegas Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan pesan kepada panitia dan tim seleksi untuk menjalankan tugas dengan profesionalisme dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya integritas dalam proses seleksi, agar hasil yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan jemaah haji Provinsi Sumatera Barat.

Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi mengharapkan agar petugas yang terpilih nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik, menjaga nama baik daerah, serta membantu para jemaah dalam menjalankan ibadah haji dengan aman, tertib, dan khusyuk. “Kita berharap, petugas yang terpilih nantinya mampu memberikan pelayanan terbaik, menjaga nama baik daerah, serta membantu para jemaah menjalankan ibadah haji dengan aman, tertib, dan khusyuk,” ujarnya.

Pembukaan seleksi PHD Provinsi Sumatera Barat tahun 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. M. Rifqi, M.A.; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Edi Dharma; serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri.