Padang – Tiga tokoh olahraga Sumatera Barat, yakni Hamdanus, Khairuddin Simanjuntak, dan Alvira, mengadakan pertemuan strategis yang difokuskan pada upaya menyatukan visi demi kemajuan dunia olahraga di wilayah tersebut. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu malam, 9 Juli 2025, di sebuah kafe yang terletak di pusat Kota Padang, menjadi sebuah momentum penting dalam perumusan strategi yang komprehensif untuk pembinaan dan pengembangan olahraga di Ranah Minang.
Dalam suasana yang santai namun tetap serius, pertemuan tersebut membahas berbagai aspek krusial terkait dengan olahraga di Sumatera Barat. Pembahasan mencakup identifikasi tantangan yang dihadapi, penjajakan peluang yang dapat dimanfaatkan, serta penentuan arah pembinaan yang perlu ditingkatkan secara signifikan. Diskusi ini mencerminkan adanya komitmen bersama yang kuat untuk memajukan olahraga di Sumatera Barat ke tingkat yang lebih tinggi.
Khairuddin Simanjuntak, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum FORKI Sumbar periode 2025-2030, menekankan bahwa esensi dari olahraga tidak hanya terbatas pada pencapaian prestasi semata, melainkan juga mencakup pembentukan karakter yang kuat dan penanaman semangat kebangsaan yang mendalam. “Olahraga itu bukan sekadar soal menang dan kalah. Lebih dari itu, ini soal pembinaan manusia secara utuh-karakter, komitmen, dan semangat kebangsaan,” tegas Simanjuntak, yang menggantikan Andre Rosiade sebagai Ketua Umum FORKI Sumbar.
Alvira, S.H., Wakil Ketua Umum I KONI Sumbar, menyoroti pentingnya kolaborasi yang solid dan terpadu antara seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Barat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. “Penting bagi kita untuk menyamakan frekuensi. Olahraga butuh sinergi kuat antara organisasi, pelatih, atlet, dan pemerintah. Ruang diskusi seperti ini harus sering dilakukan,” ujar Alvira, menegaskan perlunya sinergi yang kuat.
Hamdanus, yang memiliki pengalaman sebagai Plt Ketua KONI Sumbar dan saat ini mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Sumbar pada Musorprov mendatang, berperan sebagai penghubung utama dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan urgensi membangun kebersamaan dan menyatukan visi untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga Sumatera Barat yang pernah ada. “Kita ingin membangun KONI dan olahraga Sumbar secara kolektif. Tidak bisa sendiri-sendiri. Semua harus bergerak bersama, tanpa ego sektoral. Ngopi seperti ini adalah vitamin kebersamaan,” ungkap Hamdanus, menyoroti pentingnya kebersamaan.
Ketiga tokoh tersebut sepakat bahwa Sumatera Barat memiliki potensi yang sangat besar di bidang olahraga, baik dari segi sumber daya atlet yang berbakat, pelatih yang berkualitas, maupun dukungan komunitas yang antusias. Namun, mereka juga menyadari perlunya pembenahan yang menyeluruh dalam tata kelola, pembinaan usia dini yang sistematis, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, diskusi juga menyinggung urgensi percepatan penyelenggaraan Musorprov KONI Sumbar yang demokratis dan inklusif. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk pembaruan kelembagaan dan penentuan arah kebijakan olahraga daerah di masa depan.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan gagasan, tetapi juga menghasilkan komitmen yang kuat dari ketiga tokoh untuk bekerja sama secara erat demi kemajuan olahraga Sumatera Barat. Semangat untuk mengesampingkan ego pribadi dan menyatukan langkah demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan olahraga Sumatera Barat yang terukur, bermartabat, dan membanggakan, menjadi inti dari pertemuan tersebut.







