www.domainesia.com
News

Haul Tan Malaka ke-77: Pemkab Limapuluh Kota Didorong Resmikan Agenda Tahunan

66
×

Haul Tan Malaka ke-77: Pemkab Limapuluh Kota Didorong Resmikan Agenda Tahunan

Sebarkan artikel ini
haul-tan-malaka-ke-77-di-pandam-gadang,-bupati-didorong-tetapkan-peringatan-resmi-daerah
Haul Tan Malaka ke-77 di Pandam Gadang, Bupati Didorong Tetapkan Peringatan Resmi Daerah

Limapuluh Kota – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menunjukkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa melalui peringatan Haul ke-77 Tan Malaka. Acara yang berlangsung di makam dan Rumah Gadang Tan Malaka, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, pada Minggu siang (22/2/2026), menjadi ajang silaturahmi antara pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan para pegiat sejarah.

Rangkaian kegiatan haul meliputi upacara simbolis, doa bersama, dan tabur bunga di pusara Tan Malaka, seorang tokoh pergerakan kemerdekaan dan pemikir republik yang diakui sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963. Kehadiran Bupati Limapuluh Kota H Safni, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, serta anggota DPRD Limapuluh Kota mencerminkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya-upaya pelestarian sejarah.

Momentum peringatan haul ini dimanfaatkan oleh Yayasan Ibratama dan perwakilan YPP PDRI 1948–1949 untuk menyampaikan sejumlah usulan kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Ketua Yayasan Ibratama dan perwakilan YPP PDRI 1948–1949, Ferizal Ridwan, mengemukakan harapan agar haul Tan Malaka ditetapkan sebagai agenda resmi daerah. “Kami berharap Bupati berkenan merevisi peraturan bupati tentang peringatan hari besar dan sejarah di Limapuluh Kota, agar Haul Tan Malaka pada 2 Juli atau 21 Februari bisa menjadi peringatan resmi daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, yayasan mengusulkan agar kegiatan renungan suci malam 17 Agustus dipusatkan di makam Tan Malaka di Pandam Gadang, mengingat jasa-jasanya sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Selain itu, diajukan pula usulan pembangunan tugu di kompleks SMP Negeri 1 Payakumbuh, yang akan menampilkan lima tokoh nasional dan daerah asal Luak Limopuluah, yaitu Tan Malaka, Mohammad Hatta, Sjafruddin Prawiranegara, Tuanku Imam Bonjol, dan Chairil Anwar. Perwakilan yayasan menyatakan, “Kami akan berupaya mencari dukungan dana dan sponsor untuk pembangunan tugu tersebut. Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan izin dan dukungan.”

Berkaitan dengan sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), YPP PDRI 1948–1949 mengharapkan pelibatan kembali sebagai pemangku kepentingan oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mereka berpendapat bahwa daerah basis PDRI perlu mendapatkan perhatian yang lebih proporsional dalam narasi sejarah nasional. Perwakilan YPP PDRI menuturkan bahwa sejak tahun 2000, pihaknya telah berjuang untuk meluruskan sejarah PDRI hingga terbitnya Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara, serta pengakuan Sjafruddin Prawiranegara sebagai Pahlawan Nasional pada 2011.

Yayasan juga mengusulkan penamaan jalan dan gedung di Limapuluh Kota dengan nama-nama pahlawan nasional, serta mendorong perubahan nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) dengan nama tokoh pahlawan asal daerah. Selain itu, Yayasan Ibratama memohon dukungan pemerintah daerah untuk rencana pendirian Universitas Islam Tan Malaka, yang proses administrasi dan penentuan lokasinya telah dimulai di wilayah Limapuluh Kota.

Apresiasi atas kehadiran dan dukungan pemerintah daerah dalam peringatan haul tersebut disampaikan oleh Profesor Rizki Adam dan Hengky Novaron Dt Tan Malaka, selaku pembina yayasan. Hal senada juga diutarakan oleh pengurus YPP PDRI 1948–1949, di antaranya N Ben Yuza, Deni Asra, dan H Ismardi.

Menanggapi usulan-usulan tersebut, Bupati Limapuluh Kota, Safni, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalin kolaborasi dengan Yayasan Ibrahim Tan Malaka (Ibratama) untuk meningkatkan kunjungan ke tempat bersejarah tersebut. Bupati Safni mengatakan, “Kita lanjutkan kolaborasi Pemerintah dengan yayasan (Ibratama), kita jadikan tempat bersejarah bagi wisatawan, sebab masih banyak anak-anak, generasi muda kito yang belum tahu siapa itu Tan Malaka sesungguhnya,” yang disetujui oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha.

Sebagai langkah nyata, Safni menambahkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pembebasan lahan untuk peningkatan berbagai fasilitas, termasuk infrastruktur jalan. “Tentu sesuai yang disampaikan Buya (Ferizal Ridwan) tadi, kita hitung dahulu pembebasan lahan, termasuk untuk peningkatan infrastruktur jalan. Kita juga akan jadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan,” tutupnya.

Ketua panitia Desmar Ayudi menambahkan bahwa rangkaian kegiatan haul tidak hanya terbatas pada upacara dan ziarah, tetapi juga mencakup silaturahim dan buka puasa bersama yang dijadwalkan pada Rabu (25/2/2026) di Gedung IPHI Limapuluh Kota, Tanjung Pati. Khairul Apit, Presidium Tan Malakais, menutup acara dengan menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.”