Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang akan menata ulang pemanfaatan tanah erfpacht di kawasan Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, setelah warga menyampaikan keluhan soal sampah, keamanan lingkungan, dan kebutuhan pertanian. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan lahan yang lebih optimal.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menerima langsung aspirasi warga dalam audiensi pada Senin (13/7/2026) malam. Dalam pertemuan itu, warga memaparkan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari di sekitar lokasi.
Salah satu keluhan utama adalah tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap. Warga meminta pemerintah menyiapkan lokasi pembuangan alternatif agar persoalan lingkungan itu segera teratasi.
Selain itu, warga juga mengusulkan agar bak penampungan tinja dipagari. Mereka menilai langkah itu penting untuk menjaga keselamatan anak-anak yang kerap bermain di sekitar area tersebut.
Di bidang pertanian, kelompok tani setempat meminta bantuan mesin pengolah tanah. Mereka berharap sarana itu dapat meningkatkan produktivitas lahan dan mendorong hasil panen yang lebih baik.
Hendri menanggapi cepat berbagai masukan itu dengan meminta perangkat daerah segera turun ke lapangan. “Kami minta dinas terkait segera meninjau lokasi untuk menentukan tempat pembuangan sampah alternatif,” kata Hendri.
Ia juga memastikan pemagaran bak penampungan tinja akan direalisasikan tahun ini. Untuk usulan alat mesin pertanian, pemerintah akan menilai kebutuhan lapangan terlebih dahulu agar bantuan yang diberikan tepat guna.
Di tengah pembahasan tersebut, Hendri menilai Sungai Andok memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi. Menurut dia, komoditas itu bisa menjadi produk unggulan daerah jika dikelola secara serius.
“Jika dikelola dengan baik, saya yakin ke depan akan lahir kopi khas Padang Panjang yang menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, pengembangan kopi juga berpeluang meningkatkan pendapatan warga setempat.
Untuk mendukung rencana itu, Hendri menginstruksikan lurah dan dinas terkait mendata seluruh pemanfaatan tanah erfpacht di kawasan tersebut. Pendataan itu mencakup lahan yang dipakai untuk perkebunan, pertanian, permukiman, dan fungsi lainnya.
Ia menegaskan data yang akurat dibutuhkan agar program pembangunan bisa disusun tepat sasaran. Hendri juga mengajak warga terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi daerah.
Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Padang Panjang.





