Padang – Kemah Bhakti MAN 1 Padang di Kolam ABG, Lubuk Minturun, resmi ditutup Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Yasril, Jumat pagi (19/6/2026). Kegiatan yang diisi penanaman seribu pohon itu dinilai layak menjadi contoh bagi madrasah dan sekolah lain di Kota Padang maupun Sumbar.
Program bertema penanaman seribu pohon pelindung itu tercatat sebagai yang pertama digelar madrasah di Kota Padang. Kegiatan yang digagas Kepala MAN 1 Padang Afrizal SAg tersebut disebut sebagai bagian dari aktualisasi Program Teoekologi Kemenag RI.
“Kemah Bakti ini juga mengaktualisasikan rasa cinta akan lingkungan dan rasa sayang akan lingkungan melalui kegiatan menanam seribu pohon di daerah tangkapan air di dua kecamatan di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah,” ujar Yasril.
Ia menilai kegiatan itu dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua dalam memilih sekolah lanjutan untuk anak-anak mereka. Menurut dia, MAN 1 Padang telah memberi kontribusi nyata bagi Kota Padang melalui gerakan penghijauan.
“Karena sudah pernah berbuat terhadap Kota Padang, terutama melakukan penghijauan seribu pohon, sehingga madrasah ini juga menjadi MAN favorit di Sumbar,” katanya.
Yasril juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik MAN 1 Padang yang menggagas kemah bakti berwawasan agama dan lingkungan itu. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah daerah tangkapan air di dua kecamatan.
Sejumlah titik menjadi lokasi penanaman, antara lain kawasan hulu Sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji. Kegiatan itu juga menyasar dua kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, yakni Ikua Koto dan Koto Panjang, serta Lubuk Minturun.
Menurut Yasril, Pemerintah Kota Padang turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Mudah-mudahan kegiatan ini kelak di masa akan datang akan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat Kota Padang. Sehingga kegiatan peduli lingkungan ini bisa mengantisipasi bencana alam banjir bandang,” ujarnya.
Ia menegaskan, gerakan tanam seribu pohon itu pantas dijadikan contoh bagi madrasah lain maupun sekolah umum di Kota Padang. Sebab, kata dia, kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan ajaran agama.
“Sebab dengan menjaga alam dengan sendirinya telah menjaga makhluk lain yang mempunyai hak hidup di bumi ini,” ucapnya.
Yasril menambahkan, Kemah Bhakti MAN 1 Padang bisa menjadi role model bagi madrasah di Kota Padang dan Sumbar. Karena itu, ia berharap lembaga pendidikan lain turut menggerakkan kegiatan serupa yang peduli terhadap lingkungan.







