News

Komdigi Ajak Generasi Muda Bangun Satelit Mandiri

30
×

Komdigi Ajak Generasi Muda Bangun Satelit Mandiri

Sebarkan artikel ini
perkuat-kedaulatan-digital,-komdigi-dorong-generasi-muda-ciptakan-satelit-mandiri
Perkuat Kedaulatan Digital, Komdigi Dorong Generasi Muda Ciptakan Satelit Mandiri

Jakarta – Pemerintah menargetkan Indonesia tak lagi hanya menjadi pengguna teknologi satelit, tetapi turut merancang, membangun, dan memiliki satelit mandiri. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat industri antariksa nasional sekaligus kedaulatan digital.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menekankan bahwa generasi muda harus berada di garis depan dalam mewujudkan target tersebut. Menurut dia, pemahaman atas teknologi dan regulasi luar angkasa perlu ditanamkan sejak dini sebagai dasar kemandirian bangsa.

“Percayalah bahwa generasi kalian bisa membawa Indonesia ke era ketika kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga perancang dan pemilik satelit itu sendiri,” ujar Wayan dalam peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Wayan menilai tema “Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa” menegaskan pentingnya kemandirian infrastruktur satelit. Ia menyebut konektivitas satelit bukan sekadar urusan teknologi, melainkan bagian dari kekuatan negara.

Indonesia sendiri pernah menorehkan sejarah saat meluncurkan Satelit Palapa A1 lima dekade lalu. Melalui pencapaian itu, Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan satelit komunikasi domestik.

Kementerian Komdigi menyatakan akan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam membangun ekosistem satelit nasional. Pemerintah kini menyiapkan strategi optimalisasi spektrum frekuensi, koordinasi slot orbit internasional, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Wayan menegaskan, penguasaan infrastruktur satelit secara mandiri akan menjadi kunci ketahanan informasi dan komunikasi Indonesia ke depan. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi tersebut melibatkan akademisi, industri, lembaga riset, serta komunitas inovasi. Dalam kesempatan itu, Wayan juga mengapresiasi pemenang Indonesia Aerospace Hackathon 2026 yang dinilai mampu menghadirkan solusi inovatif.

Ia optimistis Indonesia memiliki talenta muda yang mumpuni untuk membangun satelit secara mandiri pada masa depan. “Generasi muda kita punya kemampuan untuk membawa Indonesia ke tahap itu,” kata Wayan.

Peringatan itu juga dirangkai dengan peluncuran Prangko PRISMA Edisi 50 Tahun Satelit Indonesia. Selain itu, seminar strategis dalam kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret untuk mendukung transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.