Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat berupaya meningkatkan performa atlet melalui penjajakan kolaborasi strategis dengan Universitas Adzkia. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem nutrisi olahraga yang komprehensif, memastikan pemenuhan kebutuhan gizi atlet yang terstandarisasi dan berbasis ilmu pengetahuan.
Pada pertemuan yang berlangsung hari Selasa (17/3/2026), kedua belah pihak membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang akan membuka jalan bagi implementasi program magang. Program ini secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Adzkia, dengan harapan mereka dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penyusunan standar nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari masing-masing cabang olahraga yang ada di bawah naungan KONI Sumbar.
Delegasi Universitas Adzkia diwakili oleh Kepala Bagian Kerja Sama, Donal Ortega, dan Ketua Program Studi S1 Gizi, Fitratur Rahmah Agustina. Sementara itu, pihak KONI Sumbar menyambut kedatangan delegasi dengan menghadirkan Ketua Umum Hamdanus, Wakil Ketua Umum II Septri, Wakil Ketua Umum I Alvira, serta Kepala Bidang Humas Hendri Parjiga.
KONI Sumbar melihat potensi besar dalam kolaborasi ini, terutama dalam hal pengelolaan gizi yang tepat sebagai fondasi utama pembinaan atlet. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyoroti bahwa KONI Sumbar saat ini membina sekitar 75 cabang olahraga, yang masing-masing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. “KONI mengelola atlet dari berbagai cabang olahraga, dan masing-masing memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Ini penting untuk menunjang performa atlet,” ujarnya. Septri menambahkan bahwa tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk menetapkan standar gizi yang jelas dan terukur untuk setiap cabang olahraga, serta memastikan bahwa anggaran pembinaan atlet mencakup alokasi yang memadai untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi. “Output yang kita harapkan adalah adanya standar gizi untuk tiap cabang olahraga,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum I KONI Sumbar, Alvira, menjelaskan bahwa langkah awal dari kerja sama ini adalah penandatanganan MoU antara KONI Sumbar dan rektorat Universitas Adzkia. “MoU dilakukan terlebih dahulu dengan rektor, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan draft kerja sama yang lebih rinci, termasuk breakdown perjanjian kerja sama (PKS),” jelasnya. Alvira juga menyoroti kebutuhan KONI Sumbar akan referensi yang valid terkait standar pembiayaan atlet, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi, sehingga alokasi anggaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menekankan bahwa draft kerja sama yang diajukan oleh Universitas Adzkia akan melalui proses pembahasan internal yang mendalam di KONI Sumbar sebelum disepakati bersama. “Draft dari Universitas Adzkia akan kita bahas dulu di KONI Sumbar. Setelah dilakukan perbaikan, baru kita lanjutkan ke tahap penandatanganan MoU,” ujarnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kerja sama yang terjalin benar-benar selaras dengan kebutuhan dan visi KONI Sumbar dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dengan adanya inisiatif ini, KONI Sumbar berharap dapat memperkuat sistem pembinaan atlet yang berbasis pada ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang gizi olahraga. Standar nutrisi yang jelas dan terukur diharapkan dapat membantu para atlet mencapai performa optimal, sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.







