www.domainesia.com
News

Kota Padang Adopsi Konsep Revitalisasi Kota Lama Semarang

59
×

Kota Padang Adopsi Konsep Revitalisasi Kota Lama Semarang

Sebarkan artikel ini
kota-padang-adopsi-konsep-revitalisasi-kota-lama-semarang
Kota Padang Adopsi Konsep Revitalisasi Kota Lama Semarang

Semarang – Pemerintah Kota Semarang menyambut baik kunjungan studi banding dari Pemerintah Kota Padang terkait pengelolaan kawasan kota tua. Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar daerah serta menjadi wadah transfer pengetahuan dalam upaya pelestarian warisan budaya dan pengembangan potensi pariwisata.

Pada hari Rabu, 12 November 2025, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menerima kunjungan rombongan dari Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, beserta sejumlah pejabat daerah terkait, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Lila Yanwar, di kawasan Kota Lama Semarang.

Kunjungan Pemerintah Kota Padang ini bertujuan untuk mempelajari strategi pengelolaan kawasan kota lama yang telah berhasil diterapkan di Kota Semarang. Pemilihan Kota Semarang sebagai lokasi studi banding didasarkan pada keberhasilan kota ini dalam menata dan mengembangkan kawasan kota lama menjadi destinasi wisata yang menarik dan pusat ekonomi kreatif.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kesempatan berbagi pengalaman dengan Pemerintah Kota Semarang. Maigus Nasir mengatakan, kunjungan ini sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Padang. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat berbagi pengalaman dengan Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan kawasan kota tua. Banyak hal yang bisa kita adopsi untuk diterapkan di Padang, terutama dalam menciptakan kawasan yang hidup, tertata, dan menjadi magnet wisata serta pusat ekonomi kreatif,” ujar Maigus.

Maigus Nasir menambahkan, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memulai penataan kawasan Kota Tua Padang, termasuk alokasi anggaran dari APBD. Rencananya, penataan akan dimulai pada Desember 2025 di tiga titik utama, termasuk kawasan Kota Tua. Selain Semarang, Pemerintah Kota Padang juga berencana untuk melakukan studi banding ke Provinsi DKI Jakarta guna meninjau pengelolaan kawasan bersejarah seperti Kota Tua Jakarta. Maigus Nasir menambahkan, studi banding ini akan memperkaya wawasan Pemerintah Kota Padang. “Selain ke Semarang, kita juga akan melanjutkan benchmarking ke Provinsi DKI Jakarta untuk meninjau pengelolaan kawasan bersejarah seperti Kota Tua Jakarta. Kita ingin mempelajari sinergi lintas sektor dalam menjaga warisan budaya dan mendorong wisata perkotaan yang modern dan berkelanjutan,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Padang untuk melakukan studi banding ke Kota Semarang. Iswar Aminuddin menjelaskan, kunci keberhasilan revitalisasi Kota Lama Semarang adalah kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak. “Kunci keberhasilan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang adalah kolaborasi dan komitmen berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Dengan sinergi, kita dapat menjaga nilai sejarah sekaligus menghidupkan potensi ekonominya,” jelas Iswar.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar Aminuddin memaparkan strategi penataan Kota Lama Semarang yang meliputi perencanaan tata ruang, pelibatan sektor swasta, pelestarian bangunan bersejarah, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Pemerintah Kota Semarang berharap, pengalaman dalam menata Kota Lama Semarang dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai pusat budaya, wisata, dan ekonomi kreatif baru di Sumatera Barat. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian warisan budaya dan pengembangan potensi pariwisata di kedua kota.